INDRAMAYU, indramayunews.id – Bermunculannya aksi terorisme di sejumlah wilayah Indonesia, membuat sejumlah tokoh ulama untuk segera merapatkan barisan. Terutama dalam mempertahankan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Undang Undan Dasar (UUD) 1945.
Pernyataan itu disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Candangpinggan Prof Dr KH Abdul Syakur Yasin MA, kepada wartawan usai menggelar acara Milad ke_26 tahun Yayasan Ponpes Candangpinggan Indramayu, belum lama ini.
Buya panggilan akrab Abdul Syakur Yasin menjelaskan, dalam waktu dekat dia akan mendeklarasikan sebuah Forum Komunikasi Islam Moderat (FKIM) di Indonesia. Untuk kepengurusan FKIM sendiri yaitu dari seluruh elemen masyarakat.
Tujuan pembuatan forum, lanjut Buya, untuk membuat pemetaan pemikiran pemikiran keislaman yang ada di seluruh Indonesi. Agar dalam pemetaan pemikiran tersebut, supaya adanya sinkronisasi dengan idelogi negara kita dan UU D 1945.
“Yang jelas kami bersama pengurus FKIM akan memberikan sumbangsi kepada negara. Supaya keislaman dan keindonesiaan tidak dipertentangkan. Sehingga keduanya berjalan harmonis dan tempat berpijak secara seimbang guna menata masa depan bersama,”jelasnya.
Ditambahkannya, sebagai ketua FKIM adalah saya sendiri, Sekretaris Mariya Ulfa, Bendahara Ibnu dan anggota dewan pakar adalah Prof Komarudin Hidayat, Prof Dedi Jubaedi, Kulil Absor, Hedar Bagir, Husen Muhammad dan lainnya.”Insya Allah kegiatan pelantikan akhir Bulan Agustus 2022 ini. Tempat pelantikan yaitu di Kesultanan Kesepuhan Cirebon,”pungkas.
Ulama kharismatik yang mempunya penggemar jutaan umat Islam dan memiliki puluhan ribu subscribers serta selalu tampil dalam label Wamimma TV dalam setiap kajian Islam. (IN-014)


