INDRAMAYU, indramayunews.id – Eksekutif Komite Partai Buruh Kabupaten Indramayu menolak keras adanya rencana kenaikan harga BBM. Mereka meminta kepada Presiden Jokowi untuk tidak menaikan tarif BBM. Karena masyarakat saat ini hidupnya sudah susah dan jangan ditambah susah.
Pernyataan itu disampaikan Sekjen Partai Buruh Mahfudin alias Ambon dalam.keterangan persnya, Jumat (01/09/2022) di ruang kerjanya.
Ambon menjelaskan Partai Buruh menolak kenaikan harga BBM karena akan mengakibatkan lonjakan inflasi yang diprediksi bisa tembus angka 6,5 persen. Lonjakan inflasi ini dikhawatirkan dapat melemahkan daya beli masyarakat.
Kenaikan harga BBM yang tidak diimbangi dengan kenaikan upah sampai lima tahun mendatang karena UU Cipta Kerja, juga akan membuat daya beli terpuruk anjlok hingga 50 persen lebih. Sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.”Kami minta kepada ketua DPRD. Agar aspirasi Partai Buruh supaya disampaikan ke pemerintah,”pungkasnya. (IN-14)


