INDRAMAYU, indramayunews.id – Kecelakaan maut sebuah mobil pick-up yang membawa rombongan buruh tani (buruh tandur_red), yang terjadi di jalur pantura Desa Kiajaran kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu disebabkan oleh sopir mobil truk box mengantuk, sehingga tidak bisa mengendalikan kecepatannya dan menabrak mobil pick-up yang membawa korban.
Menurut Kapolres Indramayu AKBP. M Fahri Siregar melalui Kasat Lantas Polres Indramayu AKP. Angga Handiman menjelaskan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah korban yang masih di rawat di Rumah Sakit Polri Bhayangkara losarang Indramayu, telah menyimpulkan bahwa dugaan kuat penyebab kecelakaan maut itu diakibatkan oleh mobil truk box dengan nopol B 9608 BXT yang dikemudikan oleh Sukma Wijaya (33) warga Desa Mogana Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeglang-Banten dalam kondisi mengantuk.
Sehingga kendaraan yang dikemudikannya itu tidak bisa mengendalikan kecepatannya dan menabrak bagian belakang mobil pick-up dengan nopol E 8981 QA, yang dikemudikan oleh Aryanto (30) yang membawa rombongan buruh tani.
Akibatnya para korban terpental ke jalan pantura dan menewaskan 1 orang penumpang bernama Jumadi (50), warga Blok Bojongraong Desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu.
Sedangkan 1 korban mengalami luka berat dan 3 penumpang lainnya mengalami luka ringan, korban masih dalam perawatan tim medis pihak rumah sakit, sementara 12 penumpang lainnya selamat dan mereka dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
“Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 05.45 WIB, mobil pick-up yang membawa rombongan buruh tani ini melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon, namun saat di lokasi kejadian mobil pick-up ini akan berputar arah di u-turn, dari arah yang sama muncul mobil box dan menabrak mobil pick-up,” jelas Angga saat dimintai keterangannya oleh media, Jum’at (13/01/2023).
“Dugaan kuat kecelakaan ini akibat sopir mobil box dalam kondisi mengantuk, sehingga ia tidak bisa mengendalikan kecepatannya dan menabrak mobil pick-up yang ada didepannya,” ungkapnya.
Angga menambahkan, pihaknya juga sudah mengamankan mobil box beserta sopirnya untuk dimintai keterangannya oleh petugas.
Selain itu, petugas juga mengamankan mobil pick-up yang kondisinya rusak pada bagian belakangnya, tidak hanya itu, petugas juga mengungkapkan sopir pick-up telah melakukan pelanggaran, karena mobil yang dikendarainya tidak layak, yang seharusnya mengangkut barang malah mengangkut penumpang.
“Kami sudah mengamankan sopir beserta mobil box untuk kami mintai keterangannya. Selain itu, kami juga mengamankan mobil pick-up yang mengangkut para korban, karena mobil itu tidak layak penggunaanya, seharusnya mengangkut barang tapi malah mengangkut orang,”pungkasnya. (Ji)


