INDRAMAYU, indramayunews.id – Seorang oknum Sekretaris Camat (Sekmat) Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu berinisial NRL, dilaporkan atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ke Polres Indramayu oleh istrinya sendiri berinisial ET (38), Jum’at (5/5/2023).

Menurut pengakuan korban ET, kasus KDRT ini kerap dilakukan oleh suaminya semenjak ia dipindahtugaskan dari sebelumnya sebagai Camat di Kecamatan Cikedung. Dia diturunkan jabatannya sebagai Sekmat Kecamatan Bongas, sejak itulah NRL menunjukkan sikap terhadap dirinya berubah. Bankan, kata korban, sudah 3 kali suaminya itu melakukan KDRT.
Korban menceritakan, kejadian KDRT yang dilakukan suaminya itu terakhir terjadi karena salah paham. Sebelumnya ia hendak mencuci mobil di salah satu tempat cucian di Blok Sekober Kelurahan Margadadi Indramayu setelah mengantar anaknya sekolah. Ia tiba-tiba ketemu dengan salah satu temannya dan ia juga ada yang perlu disampaikan karena ada titipan dari saudaranya yang harus disampaikan ke temannya itu.
Tiba tiba suaminya itu datang dari belakang dan merekam seolah olah saya itu selingkuh dengan temannya. Bahkan NRL juga menggedor mobil padahal saya tidak ada di dalam dengan temannya apa yang disangkakan suaminya NRL.
Kemudian suaminya itu menggembosi ban mobil yang dibawanya dan saat itu saya disuruh pulang memakai mobil dirinya (suaminya, red).
“Kejadian KDRT ini sebenarnya sudah ketiga kalinya yang suami saya lakukan. Yang terakhir itu hanya salah paham dan suami saya menuduh saya selingkuh dengan laki laki lain, padahal saya hanya mengantarkan pesanan yang dititipkan dari saudara saya ke teman saya. Itu pun saya ketemu sama dia di luar mobil tidak di dalam mobil,”jelas ET.
Sepanjang jalan menuju ke rumah korban di Desa Tinumpuk Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, NRL melakukan penganiayaan terhadap dirinya hingga mengalami luka pada bagian lengan bahkan korban itu dimaki maki hingga NRL mengeluarkan kata kata kotor terhadap dirinya.
“Sepanjang jalan saya dianiaya dengan dijambak dan dipukul oleh suami saya. Saya hanya diam saja tidak membalas, padahal kalau saya membalas bisa aja karena dia lagi nyetir mobil. Tapi saya sabar khawatir kaya kejadian seperti dulu lagi waktu saya dianiaya. Waktu itu saya ditampar dan saya di jambak, hanya saya menendang sedikit saja ia mengaku di luaran dia ditendang dan dipukuli sama saya,” katanya.
Korban juga mengaku sudah mengajukan cerai dan sedang dalam proses administrasi oleh Pengadilan Agama Indramayu. Ia sudah nekat mengajukan cerai karena sudah tidak tahan atas perlakuan suaminya itu, bahkan selama ini korban juga sudah mengetahui bahwa suaminya itu diduga selingkuh dengan dengan perempuan lain yaitu salah seorang ASN di lingkungan Pemkab Indramayu.
“Saya sudah nekad mengajukan cerai ke Pengadilan Agama, karena saya sudah cape mengahadapi perlakuan suami saya, bahkan saya juga tahu suami saya selingkuh dengan wanita lain yang juga merupakan salah satu ASN,” pungkasnya. (Ji)


