Puluham.petugas gabungan dari Polres dan. Polsek berhasil mengangkut ribuan botol miras/Foto Indra/H. Sudiyono ⁸
INDRAMAYU, indramayunews.id _ Jajaran Polres bersama Polsek se_wilayah Kabupaten Indramayu terus melakukan operasi penyakit masyarakat.
Salah satunya melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) skala besar dalam rangka menciptakan kondisi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Indramayu selama Bulan Suci Ramadhan, Senin malam (18/03/2024)
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H. “Polres bersama Polsek se_Kabupaten Indramayu melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Kegiatan tersebut dengan cara patroli strong point dan melakukan pemeriksaan orang maupun barang yang dicurigai.
Menurutnya, petugas gabungan berhasil menyiata ribuan botol minuman keras yang dijual bebas di sejumlah warem.
Petugas juga mengamankan pekerja perempuan atau pemandu lagu guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di kantor Polres Indramayu. Juga mengangkut sejumlah kelompok remaja yang sedang melaksanakan kegiatan obrog guna membangunkan sayur.
Kapolres Fahri pun mengimbau agar para remaja tersebut untuk menghentikan kegiatan tersebut karena berpotensi memicu tawuran.
Menurut Kapolres, kejadian tawuran atau perang sarung seringkali berawal dari pertemuan sekelompok remaja saat obrog dan berlanjut menjadi perang sarung atau tawuran. Ucap AKBP M. Fahri Siregar.
.
Pantauan di lapangan, puluhan tim gabungan dari Polres dan Polsek langsung menyisir sejumlah warung remang_remang yang masih nekat membuka usahanya. Terutama Warem di sepanjang Pantura Indramayu.
Patroli dimulai dari pukul 10. 00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Sasaran patroli KRYD skala besar fokus pada pengecekan tempat hiburan malam.
Hal ini sesuai dengan surat edaran dari Bupati Indramayu yang melarang operasional tempat hiburan malam selama datangnya Bulan Suci Ramadhan.
Saat melakukan operasi, tim gabungan masih banyak menjumpai sejumlah tempat hiburan yang masih buka. Mereka (pelayan, red) melayani tamu yang datang dengan menyediakan minuman keras.”Saat ini sejumlah warem masih buka. Mereka masih melayani pengunjung termasuk penggunaan pekerja perempuan sebagai pendampingnya.
Dalam patroli tersebut, kami menemukan beberapa kelompok remaja yang sedang melaksanakan kegiatan obrog atau bangunankan yang sedang berjalan.
Kapolres pun mengimbau para remaja tersebut untuk menghentikan kegiatan tersebut karena berpotensi memicu tawuran.
Kejadian tawuran, kata dia, atau perang sarung seringkali berawal dari pertemuan sekelompok remaja saat obrog dan berlanjut menjadi perang sarung atau tawuran.”Kejadian ini kerap sekali terjadi. Terutama anak yang masih di bawah umur kerap sekali menjadi,”pungkasnya. (dra/tim)


