Mama Kembar alias Daseti Suryani melayani tamu yang datang ke warungnya di tempat parkiran obyek wisata Pantai Tirtamaya/foto indramayunews.id: Indra Mahedi
JUNTINYUAT, indramayunews.id _ Jika anda sedang liburan di Indramayu untuk mendatangi tempat wisata atau bersilaturahmi ke keluarga. Akan sangat rugi jika tidak menjajal kelezatan menu Soto Kuning Mama Kembar.
Soto Kuning Mama Kembar in memiliki karakteristik dan cita rasa tersendiri. Dari aromanya saja memunculkan bau sedap dan rasanya cukup lezat “Pokoknya beda banget dengan soto yang biasa dijual di tempat lainnya,”jelas Serka Wardiman, anggota Babinsa Desa Tinumpuk Kecamatan Juntinyuat Indramayu usai mencoba soto buatan istri Pak Ace.

Masih menurut anggota Koramil Juntinyuat, selain rasanya lezat sehingga menggairakan selera makan, harganya juga bisa terjangkau oleh semua kalangan. Coba saja banyangkan, satu mangkok soto ayam itu harganya hanya Rp 12. 000 (dua belas ribu). Sedangkan soto daging sapi Rp 15.000 (lima belas ribu) berikut nasi dan lontong.”Pas buat makan bersama keluarga,”katanya.
Apa sih yang beda dengan Soto Kuning Mama Kembar yang berlokasi di Obyek Wisata Tirtamaya Juntinyuat Indramayu. Tepatnya di belakang Makam Buyut Tuban itu ternyata bahan yang diracik untuk membuat soto, terbuat dari bahan alami khas Jawa.
“Bahan racikan soto yang kita buat tidak macam-macam. Cukup dengan bahan rempah_rempah yang menyehatkan tubuh,”jelas Daseti Suryani sapaan akrab Mama Kembar kepada wartawan, Jumat 12 April 2024.

Mama Kembar menjelaskan, bahan untuk membuat soto dengan aroma sedap itu cukup dengan bahan rempah_rempah seperti kayu manis, jahe, serai, bawang merah, bawang putih dan laos. Semua bahan kitav’ tumbuk sampau halus lalu kita goreng.
“Kita menghindari merica dan kemiri. Cukup perbanyak dengan kacang tanah, sudah luar biasa rasanya,”imbuhnya.
Ditambahkannya, para pelanggan yang biasa menikmati soto itu kebanyakan selain dari masyarakat umum yang sedang berwisata di Pantai Tirtamaya. Juga ada orang kantoran dari PT. Pertamina dan para pegawai di lingkungan pemerintahan.
“Alhamdulillah saya tidak pernah menarif mahal kepada para tamu. Yang penting untung sedikit tapi lancar,”pungkas ibu lima anak dengan bahasa yang familier dengan para pelanggan yang datang. (indra/ Sudiyono)


