30.5 C
Indramayu
Selasa, 26 Mei 2026

Tradisi Ramadhan di Indramayu Menjaga Warisan Budaya di Tengah Perubahan Zaman

INDRAMAYU, indramayunews.id – sebuah wilayah di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, memiliki tradisi yang kaya dan erat kaitannya dengan budaya Kesultanan Cirebon.

Indramayu masih mempertahankan berbagai tradisi, terutama dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadhan.
Namun, seiring berjalannya waktu, tidak semua tradisi tersebut masih lestari. Generasi muda cenderung menganggap beberapa kebiasaan sudah ketinggalan zaman, sehingga hanya sebagian kecil yang masih melaksanakannya. Beruntung, ada keluarga-keluarga yang tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya ini, salah satunya adalah tradisi yang dilakukan sebuah keluarga di Indramayu, Minggu (16/2/2025).

Bagi keluarga ini, kedatangan Ramadhan tidak hanya disambut dengan doa dan ibadah, tetapi juga dengan kerja bakti membersihkan rumah. Tradisi ini melambangkan pembersihan hati dan jiwa dalam menyambut bulan suci. Selain itu, sang ibu dalam keluarga tersebut juga konsisten memasak bancakan—nasi urap dengan lauk tempe dan tahu bacem—untuk dibagikan kepada para tetangga tanpa memandang agama.

Kegiatan berbagi ini merupakan bentuk implementasi ajaran Rasulullah tentang pentingnya menyenangkan hati tetangga dan menghayati sifat Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan, tetangga yang beragama Nasrani pun turut senang dan selalu menanti tradisi ini setiap tahunnya.

Saat malam Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadhan, kampung ini juga masih menggelar pawai obor. Tradisi ini diikuti oleh anak-anak yang mengenakan baju muslim, lengkap dengan sarung dan baju koko. Mereka berjalan beriringan sambil membawa obor yang dibuat dari bambu dengan kain yang telah diberi minyak.
Sepanjang perjalanan, mereka mengumandangkan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Penduduk kampung pun antusias menyaksikan pawai ini, bahkan beberapa orang memberikan jajanan atau minuman kepada peserta pawai sebagai bentuk dukungan.

Sama seperti saat menyambut Ramadhan, menjelang Lebaran pun tradisi kebersihan rumah kembali dilakukan. Jika memungkinkan, beberapa keluarga akan mengecat ulang rumah agar terlihat lebih segar saat Hari Raya Idul Fitri tiba. Bagi mereka, perubahan ini melambangkan keberhasilan dalam memperbaiki diri selama Ramadhan.

Kaum wanita juga sibuk menyiapkan makanan khas Lebaran. Dan seperti awal Ramadhan, pada hari terakhir puasa, keluarga ini kembali berbagi makanan dengan tetangga sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian sosial.

Sayangnya, tidak semua keluarga di Indramayu masih menjalankan tradisi ini. Seiring perubahan zaman, kebiasaan-kebiasaan lama mulai tergerus dan hanya bertahan di beberapa wilayah tertentu. Padahal, tradisi ini memiliki filosofi yang dalam dan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Meskipun begitu, selama masih ada orang-orang yang peduli dan mempertahankannya, harapan untuk menjaga kearifan lokal tetap ada. Tradisi Ramadhan di Indramayu bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga cerminan dari nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan spiritualitas yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(Tim)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles