INDRAMAYU, indramayunews.id – Sebanyak 19 pelajar SMA sederajat dari enam sekolah di Kabupaten Indramayu diberangkatkan ke Resimen Induk Kodam (Rindam) III/Siliwangi, Bandung, pada Senin (5/5) dini hari. Mereka akan menjalani program pembinaan karakter melalui pendidikan ala militer selama 15 hari.
Pembina Guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kabupaten Indramayu, Erna Setyawati, membenarkan pengiriman belasan pelajar tersebut. Ia menyebut, langkah ini diambil karena pihak sekolah kewalahan dalam mendidik karakter siswa-siswa yang dinilai bermasalah.
“Mereka merupakan ‘anak-anak hebat’ yang akan mengikuti pembinaan di barak militer karena kami sudah kewalahan untuk mendidik karakternya. Harapannya setelah mengikuti pendidikan di sana, mereka bisa berubah menjadi lebih baik,” ujar Erna saat dikonfirmasi, Kamis (8/5).
Erna menuturkan, para siswa ini selama ini tercatat memiliki catatan kedisiplinan yang buruk di sekolah. Beberapa di antaranya bahkan kerap bolos, terlibat tawuran, dan ada yang sempat berurusan dengan pihak kepolisian.
Program ini dijalankan atas dasar petunjuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan dilaksanakan dengan persetujuan dari para orang tua siswa. “Orang tua mereka setuju dan menyambut baik. Sekolah dan pemerintah hanya membantu mengarahkan karakter anak agar menjadi lebih baik,” tambahnya.
Erna menjelaskan, pelatihan di barak militer ini tidak hanya memberikan kedisiplinan, tetapi juga diharapkan mampu menanamkan nilai tanggung jawab, kepemimpinan, dan kebangsaan kepada para siswa.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa program ini tidak berhenti pada gelombang pertama. “Ke depannya, setelah 19 siswa ini selesai menjalani pendidikan, sudah direncanakan gelombang berikutnya yang akan menyusul untuk mengikuti pembinaan serupa di Rindam,” ungkapnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, dan bertanggung jawab di masa depan.


