33.5 C
Indramayu
Selasa, 26 Mei 2026

Pencarian Panjang Berujung Duka: Dua Mahasiswa Polindra Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cimanuk

INDRAMAYU, indramayunews.id – Harapan yang sempat menggantung akhirnya luruh dalam duka mendalam. Pencarian panjang terhadap dua mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) yang hilang saat kegiatan rafting di Sungai Cimanuk, berakhir pilu. Setelah tiga hari penuh perjuangan, Tim SAR Gabungan menemukan keduanya dalam keadaan tak bernyawa, Minggu malam hingga Senin dini hari (9–10 November 2025).

Komandan Tim Rescue Pos SAR Cirebon, Eddy Sukamto, mengonfirmasi bahwa korban pertama, Agung Septiadi (20), ditemukan sekitar pukul 21.50 WIB, berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Jenazah Agung segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Indramayu untuk proses identifikasi.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 01.05 WIB, kabar duka kembali datang. Korban kedua, Lana Wiratno (21), ditemukan sejauh lima kilometer dari titik awal insiden. Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.

“Sejak laporan diterima, kami tidak pernah berhenti menyisir sungai, baik melalui jalur air maupun darat. Malam ini, kami menutup operasi dengan duka,” ujar Eddy Sukamto dengan nada berat.

Insiden tragis ini bermula pada Sabtu (8/11), ketika tujuh mahasiswa Polindra melakukan kegiatan rafting di Sungai Cimanuk. Keceriaan mereka seketika berubah menjadi kepanikan saat arus deras mendadak menyeret perahu dan memisahkan rombongan.

Lima mahasiswa berhasil diselamatkan, yakni Gelar Gupta (22), Anggita Sekar (19), Luftatul Hasan (19), M. Ali (21), dan Fatir (20). Namun, Agung dan Lana terseret jauh oleh derasnya arus hingga akhirnya dinyatakan hilang.

Salah satu mahasiswa yang selamat mengenang detik-detik mencekam itu dengan suara parau. “Kami sudah berusaha menepi, tapi arusnya terlalu kuat. Kami saling memanggil, tapi dua teman kami sudah terbawa jauh. Kami hanya bisa berdoa…” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kabar ditemukannya kedua mahasiswa itu mengguncang kampus Polindra. Tangis pecah di lingkungan kampus ketika berita duka itu menyebar.

Dalam pernyataan resminya, pihak Polindra menyampaikan belasungkawa mendalam. “Kami kehilangan dua mahasiswa terbaik kami, Agung dan Lana. Mereka dikenal aktif, berprestasi, dan memiliki semangat tinggi dalam setiap kegiatan. Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi-Nya, dan keluarga diberikan kekuatan menghadapi ujian ini,” ungkap perwakilan Humas Polindra.

Rekan-rekan seangkatan mereka pun turut mengadakan doa bersama di kampus. Suasana hening, hanya isak tangis dan lantunan doa yang terdengar.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya kehati-hatian dan prosedur keselamatan dalam setiap kegiatan alam terbuka, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat drastis.

“Keselamatan harus selalu jadi prioritas. Jangan pernah meremehkan kekuatan alam. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua,” pesan Eddy Sukamto menutup pernyataannya.

Dua nama — Agung Septiadi dan Lana Wiratno — kini tinggal dalam kenangan teman-temannya. Mereka mungkin telah pergi, namun semangat dan tawa mereka akan selamanya hidup di hati keluarga dan sahabat yang mencintainya.

“Selamat jalan, Agung dan Lana. Kalian pergi terlalu cepat, tapi kalian telah mengajarkan arti keberanian dan persahabatan yang sejati.” (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles