33.5 C
Indramayu
Selasa, 26 Mei 2026

PMI Asal Indramayu Hilang Kontak Tiga Tahun di Arab Saudi, Anak Rindu Ibu yang Tak Kunjung Pulang

JUNTINYUAT, indramayunews.id – Suasana haru menyelimuti keluarga Sri Haryati (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sri telah hilang kontak selama tiga tahun saat bekerja di Riyadh, Arab Saudi.

Suaminya, Taridi (38), tak kuasa menahan air mata saat mendatangi Sekretariat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu di Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Selasa (11/11/2025), untuk meminta bantuan agar istrinya bisa segera ditemukan.

“Saya sudah tiga tahun tidak tahu kabar istri saya. Nomor handphonenya tidak aktif, nomor majikannya juga tidak bisa dihubungi. Anak-anak setiap hari menanyakan ibunya,” tutur Taridi lirih.

Ketua DPC SBMI Indramayu, Akhmad Jaenuri, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan membuat kronologi lengkap untuk dilaporkan ke Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), serta Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kita akan buatkan surat kronologi untuk bahan pelaporan, dan tembusannya ke tiga kementerian itu. Dari hasil keterangan suami, memang ada indikasi kuat dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” ujar Jaenuri.

Ia menjelaskan, dugaan TPPO menguat karena Sri dilarang berkomunikasi dengan keluarganya. Nomor kontak Sri sudah tidak aktif, sementara nomor majikan juga tidak bisa dihubungi. Padahal, komunikasi sempat terjalin selama enam bulan pertama sejak keberangkatan Sri pada tahun 2022.

Lebih lanjut, Jaenuri mengungkapkan bahwa pemberangkatan Sri ke Arab Saudi diduga tidak melalui prosedur resmi. Ia tidak mengikuti pelatihan, tidak terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, dan namanya tidak tercatat dalam data resmi pemerintah.

“Prosesnya juga sangat cepat, hanya hitungan hari. Tidak sampai satu bulan sudah bisa terbang. Ini menambah kecurigaan bahwa Sri diberangkatkan secara unprosedural,” jelasnya.

Sementara itu, Taridi hanya bisa berharap keajaiban. Ia berdoa agar istrinya segera ditemukan dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga kecil mereka.

“Anak-anak tiap hari nanya, ‘Mamah kapan pulang?’. Saya cuma bisa bilang, ‘Sabar ya, nanti juga pulang’. Kadang malam mereka nangis nyari ibunya. Saya cuma bisa ikut nangis juga,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Kini, SBMI Indramayu tengah berupaya agar kasus ini segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat. Mereka berharap Sri Haryati bisa segera ditemukan dan mendapat perlindungan sebagaimana mestinya.

Kisah pilu keluarga Sri menjadi potret nyata perjuangan dan risiko yang kerap dihadapi para pekerja migran asal Indramayu — mereka yang berangkat dengan harapan memperbaiki nasib, namun terkadang justru terjebak dalam jerat perdagangan manusia dan kehilangan kabar tanpa jejak. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles