33.5 C
Indramayu
Selasa, 26 Mei 2026

Acara Adat Sedekah Bumi Terakhir Pemerintahan Kuwu Nursidin

INDRAMAYU,indramayunews.id – Balai Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Minggu (16/11/2025) siang mendadak ramai. Ratusan Ibu-ibu warga desa itu sambil menggendong nasi tumpeng beramai-ramai mendatangi kantor kuwu (kepala desa) mereka di siang itu.

“Ini bukan demo, tapi kami sedang menggelar acara tradisi sedekah bumi. Makanan berbentuk tumpeng ini, simbol rasa syukur kami yang hidup di atas bumi,” tutur Ny. Sunar (56), salah seorang ibu sambil meletakan nasi tumpeng di Aula Balai Desanya.

Tampak berjejer ratusan tumpeng yang hasil kreasi warga setempat yang siap untuk disajikan dalam pesta tradisi adat “Sedekah Bumi”.

Sementara di samping kantor Kuwu Desa Panyindangan Wetan, terlihat hiburan sandiwara Candra Sari dari Kedung Legok, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu yang siap menghibur warga siang dan malam.

Di Aula Balai Desa terlihat sejumlah aparatur pemerintahan desa setempat yang dipimpin Kuwu Nursidin, yang saat itu mengenakan batik bercorak kehitam-hitaman.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Kasi Pelayanan, Ade Surahman yang lebih dikenal warga setempat dengan jabatan Lebe memimpin doa bersama bertajuk rasa syukur kepada Allah Swt atau Sang Pencipta Alam Semesta. Acara ritual ini sekaligus dimulainya pentas sandiwara Candra Sari.

Menurut Lebe Ade Surahman, dalam doa bersama itu berkirim doa untuk para leluhur Desa Panyindangan Wetan, yakni doa untuk Embah Buyut Ireng, Mbah Buyut Pekaulan, Mbah Buyut Gandu, Buyut Watu, Buyut Rebon, Buyut Lemah Duwur, Buyut Kempek, dan Khodam Mbah Buyut Bareng.

“Doa bersama dalam acara adat Sedekah Bumi ini memohon kepada Allah Swt untuk keselamatan bumi, dan keberkahan untuk warga di desa kami. Kemudian bagi para petani, acara itu simbol akan diolahnya areal persawahan,” ujar Lebe Ade.

Sedangkan bagi Kuwu Nursidin, acara tradisi Sedekah Bumi itu, konon, acara adat terakhir di masa pemerintahannya, lantaran masa jabatannya akan berakhir pada Februari 2026.

Kuwu Nursidin tidak ikut dalam konstelasi politik pemilihan kuwu yang akan digelar serentak pada 10 Desember 2025.

“Acara adat Sedekah Bumi ini bagi saya, acara tradisi terakhir kepemimpinan saya selaku Kuwu Desa Panyindangan Wetan. Acara serupa tahun depan, dipimpin kuwu yang baru,” kata Nursidin seusai acara doa bersama di Balai Desa Panyindangan Wetan.(Satim)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles