Sambutan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu Dr. H. Aghuts Muhaimin, S.Pd.I., M.Ag.,
INDRAMAYU, indramayunews.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu menyelenggarakan Sosialisasi Program Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun 2026, sekaligus penyerahan buku rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) PNS dan PPPK se-Kabupaten Indramayu.
Kegiatan Tersebut Berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu, Selasa 10 Februari 2026.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para GPAI terkait kebijakan, mekanisme, serta ketentuan terbaru penyaluran TPG, sekaligus memfasilitasi pembukaan rekening BSI sebagai bank penyalur TPG.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu Dr. H. Aghuts Muhaimin, S.Pd.I., M.Ag., Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) H. Wahyudin, ST., M.Pd.I., Pengawas PAI H. Soleh, M.Pd., operator SIAGA/EMIS PAI, guru PAI penerima TPG jenjang SD, SMP, SMA/SMK, perwakilan KKG PAI, MGMP SMP, SMA, dan SMK, perwakilan Bank penyalur TPG, serta staf Seksi PAIS Kemenag Indramayu.
Dalam sambutannya, Kepala Seksi PAIS H. Wahyudin, ST., M.Pd.I. menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk Mensosialisasikan persyaratan administrasi yang harus dipenuhi guru,
Melakukan sinkronisasi data guru melalui aplikasi SIAGA, Memastikan proses pencairan TPG berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai regulasi,
Serta membagikan buku rekening TPG kepada guru penerima.

Ia berharap para Guru PAI dapat melengkapi seluruh berkas secara benar dan tepat waktu, sehingga tidak terjadi kendala administrasi dalam proses pencairan. Selain itu, penyaluran TPG diharapkan mampu meningkatkan tertib administrasi, akuntabilitas, kesejahteraan, dan motivasi kerja Guru PAI.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu Dr. H. Aghuts Muhaimin, S.Pd.I., M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Agama RI atas realisasi TPG bagi Guru PAI angkatan tahun 2025.
Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap guru agama, mengingat pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlakul karimah peserta didik.

“Guru agama diharapkan mampu melaksanakan pembelajaran secara profesional, menyentuh hati, dan melayani dengan keikhlasan, karena guru adalah pencetak generasi penerus dan calon pemimpin bangsa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa besarnya kontribusi pemerintah kepada guru agama harus diimbangi dengan dedikasi dan kedisiplinan guru, sehingga kehadiran guru benar-benar dirindukan dan dicintai oleh peserta didik.
“Melalui pendidikan agama yang berkualitas, kita berharap lahir generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” pungkasnya. (DRA)


