29.7 C
Indramayu
Sabtu, 2 Mei 2026

Bupati Lucky Hakim Ajak Dialog KOMPI di Pendopo, Tolak Koin Ganti Rugi

INDRAMAYU, indramayunews.id – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengajak perwakilan Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) untuk berdialog secara terbuka di Pendopo Indramayu, Senin (6/4/2026) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Lucky didampingi Sekretaris Daerah Aep Surahman menerima perwakilan KOMPI yang datang untuk menyerahkan koin sebagai bentuk ganti rugi atas kerusakan fasilitas umum (fasum) akibat aksi unjuk rasa di Alun-alun Pendopo Indramayu beberapa waktu lalu.

Namun, Bupati Lucky secara tegas menolak penyerahan koin tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak pernah meminta ganti rugi dalam bentuk uang, melainkan menginginkan perbaikan fasilitas yang rusak.

“Penyerahan koin adalah hak KOMPI, tapi pemerintah daerah tidak bermaksud meminta uang. Yang kami inginkan adalah perbaikan fasilitas umum yang telah dirusak,” tegasnya.

Suasana sempat memanas saat Lucky mempertanyakan sikap KOMPI yang selama ini menolak program Proyek Strategis Nasional (PSN) revitalisasi tambak nila di wilayah Pantura, namun belum pernah mengajukan audiensi resmi ke pemerintah daerah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KOMPI, H. Darsam, mengakui bahwa pihaknya belum pernah melayangkan surat permohonan audiensi.

“Memang benar, kami belum pernah bersurat untuk meminta audiensi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KOMPI, H. Labib, tetap bersikeras agar koin senilai Rp100 juta diterima sebagai bentuk tanggung jawab massa aksi.

“Kami datang bukan untuk berdebat, hanya ingin menyerahkan koin sebagai ganti rugi kerusakan fasum,” katanya, didampingi koordinator lapangan Hatta.

Meski demikian, Lucky kembali menegaskan penolakannya dan menekankan bahwa tujuan utama pemerintah adalah perbaikan fasilitas, bukan penerimaan uang.

Ia pun membuka ruang dialog dengan mengajak perwakilan KOMPI masuk ke dalam Pendopo untuk berdiskusi langsung mencari solusi terbaik.

“Silakan, mari kita berdialog di dalam. Kami siap menampung aspirasi bapak-bapak,” ajaknya.

Ajakan tersebut disambut baik, namun perwakilan KOMPI memilih menunda dialog. Mereka menyampaikan bahwa komunikasi seperti ini yang sebenarnya diharapkan sejak awal.

Bupati Lucky kembali menegaskan keterbukaannya dan bahkan mempersilakan sekitar 15 perwakilan KOMPI untuk berdialog pada malam hari di Pendopo Indramayu.

“Kami tunggu malam ini untuk berdialog di kantor Pendopo Indramayu,” pungkasnya.
Sekitar pukul 17.00 WIB, perwakilan KOMPI membubarkan diri dari lokasi. Pantauan di lapangan, karung berisi ratusan juta koin ditinggalkan di depan pintu masuk kantor bupati hingga malam hari dan hanya ditutupi karung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang berani menyentuh koin tersebut. (FASYA)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles