JAKARTA, indramayunews.id– Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) menggelar penganugerahan AMKI Kartini Award 2026 di Grand Cendana Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Rabu (29/4/2026). Ajang ini menjadi penegasan bahwa perempuan Indonesia memegang peran kunci dalam mendorong kemajuan bangsa di tengah arus digitalisasi dan perubahan global.
Mengusung tema “Perempuan Tangguh”, penghargaan ini tidak sekadar seremoni, melainkan simbol pengakuan atas kontribusi nyata perempuan dalam kepemimpinan, kebijakan publik, inovasi, hingga kerja-kerja kemanusiaan. Sebanyak 11 perempuan dari berbagai bidang dinobatkan sebagai figur inspiratif yang dinilai mampu membawa perubahan di sektor masing-masing.
Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia, Tundra Meliala, menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini menjadi fondasi utama kegiatan ini. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan aktif perempuan dalam pendidikan, pemikiran, dan kepemimpinan.
“Perempuan bukan hanya pelengkap, tetapi penentu arah masa depan ekosistem informasi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
AMKI yang berdiri pada 2025 sebagai respons atas dinamika industri media berbasis teknologi, dalam waktu singkat telah menunjukkan peran strategisnya. Program AMKI Kartini Award bahkan menjadi tonggak penting sebagai program ke-33 yang menyoroti kontribusi perempuan dalam berbagai lini pembangunan.
Dalam ajang ini, sembilan kategori penghargaan ditetapkan, mulai dari Kepemimpinan Nasional hingga Lifetime Achievement. Para penerima berasal dari kalangan pemerintahan, legislatif, aparat penegak hukum, hingga dunia usaha dan filantropi. Mereka dinilai mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kebijakan publik, serta mendorong pemberdayaan masyarakat secara luas.
Sejumlah tokoh yang menerima penghargaan di antaranya Dr. Sitti Ma’ani Nina sebagai penggerak integritas pemerintahan, Tinawati Andra Soni dalam pemberdayaan keluarga, hingga Dr. Nurhayati Subakat sebagai wirausaha visioner yang berhasil mendorong kemandirian perempuan melalui industri kosmetik nasional. Selain itu, terdapat pula tokoh-tokoh di bidang kesehatan, agraria, demokrasi, hingga penegakan hukum yang turut memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan nasional.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amurwani Dwi Lestariningsih, yang mewakili Menteri P3A, menilai para penerima penghargaan sebagai representasi “Kartini masa kini”. Mereka tidak hanya memiliki gagasan progresif, tetapi juga mampu mewujudkannya dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi gerakan moral dan sosial yang mampu menginspirasi lebih banyak perempuan Indonesia untuk terus berkarya dan memimpin perubahan,” ujarnya.
Acara penganugerahan turut dimeriahkan dengan penampilan musik bambu dari grup Pinkan Kolintang, yang menambah nuansa budaya dalam perhelatan tersebut. Sementara itu, logo AMKI Kartini Award bernuansa emas yang menampilkan sosok Kartini dimaknai sebagai simbol keberanian berpikir maju, keunggulan, serta warisan nilai luhur bagi generasi penerus.
Melalui ajang ini, AMKI menegaskan bahwa penguatan peran perempuan merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa yang adil, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Di tengah era konvergensi media dan transformasi digital, perempuan Indonesia terus membuktikan diri sebagai motor penggerak kemajuan bangsa. (TIM)


