31 C
Indramayu
Sabtu, 23 Mei 2026

Aliansi Santri Gus Dur Suarakan Nu Harus Kembali Pionir Advokasi Rakyat

JAKARTA, indramayunews.id – Sejumlah aktivis muda NU yang tergabung dalam Aliansi Santri Gus Dur menyuarakan perlunya NU kembali menjadi pionir dalam urusan pembelaaan terhadap rakyat. Harus kembali populis dengan kearifan tradisi yang sudah menjadi ciri khas sejak kelahiran NU.

Aliansi juga menilai kepemimpinan PBNU belum maksimal mendorong ruang berpikir kritis bagi kader Nahdlatul Ulama dalam mengawal isu kebangsaan, sosial, dan kemasyarakatan.
Ketua Aliansi Santri Gus Dur Muhammad Sholihin menyampaikan, para kyai dan umat merasa resah, NU di kepemimpinan PBNU saat ini terasa menjauh dari kearifan tradisional yang telah mapan sejak satu abad didirikan. PBNU, menurut Sholihin, juga dirasakan menjauh dari agenda advokasi rakyat. Sehingga warga NU paling bawah, di tingkat akar rumput, tidak merasakan nikmatnya ber-NU.

“Warga nahdliyin saat ini dilanda keresahan. PBNU tidak menampilkan NU sebagai pionir advokasi rakyat, dan tidak tampak arif dalam tradisinya sendiri,” tuturnya di Jakarta, 12/5/2026).

Aktivis NU asal Indramayu yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang ini mengajak semua pihak di NU untuk muhasabah alias evaluasi, dengan semangat relfeksi Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei.

“Mari kita melakukan evaluasi, dan refleksi dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional 20 mei untuk jam’iyyah NU kita tercinta,” ujarnya.

Alumnus Pondok Pesantren Mualimin Babakan Ciwaringin Cirebon ini menjelaskan, diantara keresahan atau kekurangpuasan umat, adalah terseretnya PBNU di pusaran korupsi. Dimana, bendahara umum PBNU, H Mardani Maming, ditangkap KPK dengan tuduhan korupsi.

Meskipun perbuatan rasuah itu dilakukan Mardani sebelum menjadi bendahara umum PBNU, namun masuknya dia di jajaran penting PBNU membawa dampak demoraslisasi yang serius.

“Peristiwa itu menjadi bukti ketua umum PBNU tidak cermat memilih orang untuk menjadi bendahara organisasinya ulama,” terang dia.

Berikutnya, kata Sholihin, keresahan karena kisruh di PBNU sampai ada peristiwa pemecatan lalu terjadi dualisme klaim kepengurusan.

“Ketidakrukunan para ulama di tingkat elit PBNU menjadikan umat resah dan terbelah,” ucap dia dengan nada sedih.

Sholihin menerangkan, kepemimpinan Ketua Umum PBNU terasa lemah di rumahnya sendiri. Tidak mampu mewujudkan slogannya sendiri yaitu “Menghidupkan Gus Dur”. Diantaranya konfernensi cabang dan wilayah yang tidak sesuai aturan perkumpulan maupun tidak demokratis.

Ajukan Gus Muhaimin

Sholihin melanjutkan, dengan melihat kondisi PBNU saat ini, sampai masalah kisruh SK PWNU dan PCNU saja terkatung-katung, maka perlu reformasi di PBNU.

“Kami melihat ada titik lemah dan kisruh di PBNU. Perlu reformasi, PBNU,” ucap dia.

Disampaikannya, kader NU yang mampu ndandani kondisi PBNU saat ini adalah Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin. Dia jelaskan, Gus Muhaimin adalah aktivis NU yang sejak muda berkecimpung di organisasi NU. Pernah memimpin PMII, dan berhasil memimpin PKB yang merupakan partainya NU.

“Gus Muhaimn lahir dari aktivis pergerakan. Dia bisa menyelamatkan PKB menjadi pemenang ke-4 Pemilu 2024. Dan sudah malang melintang di DPR maupun pemerintahan,” ungkap Sholihin.

Aliansi Santri Gus Dur, lanjutnya, melihat sosok Gus Muhaimin paling tepat untuk menahkodai PBNU. NU akan kembali ke jatidinya sesuai marwah ulama, sekaligus tampil cemerlang di era kemajuan teknologi dan persaingan global jika dipimpin oleh Gus Muhaimin.

“Aliansi Santri Gus Dur melihat bahwa Gus Muhaimin mampu melampaui jamannya dan mampu bertahan di setiap dinamika politik. Dia sosok multi talenta yang telah menjalani perjalanan panjang dengan konsisten, tanpa kenal menyerah. Dia mampu menjadi nahkoda penyelamat atas kondisi PBNU saat ini,” pungkas Sholihin. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles