30.4 C
Indramayu
Kamis, 11 Juni 2026

Dari Indramayu untuk Indonesia, Program Kedelai Nasional Mulai Digulirkan

INDRAMAYU, indramayunews.id – Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui pengembangan komoditas strategis. Salah satunya ditandai dengan kegiatan penanaman kedelai di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026).

Penanaman kedelai tersebut dilakukan langsung oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo. Kegiatan itu turut didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral) Laksamana Pertama TNI Albertus Agung Priyo Suseno, serta Aspotmar Pangkoarmada RI Laksamana Pertama TNI Budi Mulyadi.

Hadir pula Direktur Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Dyah Susilokarti, MP, Ketua PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhammad, SH, pakar pertanian Prof. Ali Zum Mashar, Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, SE., M.Tr.Opsla, unsur Forkopimda, para petani, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa kehadirannya di Kabupaten Indramayu merupakan amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia, , untuk mendukung program penanaman kedelai sebagai bagian dari strategi mencapai swasembada pangan nasional.

“Saya hadir di sini karena mendapat perintah langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri kegiatan Penanaman Kedelai 2026 di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu,” ujar Hashim.

Menurutnya, pengembangan kedelai menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai. Karena itu, pemerintah mendorong daerah-daerah yang memiliki potensi pertanian besar untuk menjadi sentra pengembangan komoditas tersebut.

Hashim menjelaskan, penanaman kedelai di lahan HGU PG Rajawali II merupakan salah satu pilot project nasional swasembada kedelai tahun 2026. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian kedelai yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

“Indramayu memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Karena itu daerah ini dipilih menjadi salah satu lokasi percontohan untuk mendukung target swasembada kedelai nasional,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pembina Koperasi Bareng-Bareng Sejahtera (BBS) H. Mulyadi, SE., serta Ketua Koperasi BBS Warsim yang telah mendukung terlaksananya program tersebut.

Hashim mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi, hingga dunia usaha untuk bersinergi menyukseskan program swasembada kedelai. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Kegiatan penanaman kedelai tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan para petani. Kehadiran pemerintah pusat dinilai menjadi bukti nyata keseriusan dalam membangun sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan Indonesia.

Melalui pilot project yang dimulai di Desa Sukamulya, pemerintah berharap produksi kedelai dalam negeri terus meningkat sehingga target swasembada kedelai tahun 2026 dapat tercapai. Keberhasilan program ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles