
INDRAMAYU, indramayunews.id – Kabupaten Indramayu kembali menjadi tujuan investasi strategis nasional. PT Polytama Propindo akan memulai pembangunan pabrik polypropylene kedua melalui Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) pada Senin, 22 Juni 2026.
Megaproyek tersebut menjadi salah satu investasi industri petrokimia terbesar di Indramayu yang diharapkan mampu menggandakan kapasitas produksi polypropylene nasional, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyambut positif dimulainya pembangunan proyek tersebut. Menurutnya, investasi yang masuk ke Kabupaten Indramayu harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Investasi strategis ini diharapkan mampu membuka ribuan lapangan kerja baru serta memperkuat ekosistem industri di wilayah Kabupaten Indramayu,” ujar Lucky Hakim.
Ia menegaskan, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap investasi yang masuk, namun tetap mengedepankan manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain penyerapan tenaga kerja lokal, perputaran ekonomi di kawasan proyek juga harus dapat dirasakan oleh pelaku UMKM, penyedia jasa, hingga masyarakat sekitar.
Lucky juga mengingatkan agar seluruh proses pembangunan mengutamakan aspek keselamatan kerja dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat sehingga proyek dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan risiko kecelakaan.
Komitmen dukungan tersebut sebelumnya disampaikan dalam rapat koordinasi bersama PT Polytama Propindo dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu di Ruang Ki Sidum, Setda Kabupaten Indramayu, Jumat (19/6/2026).
Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, menjelaskan pabrik baru tersebut akan memiliki kapasitas produksi sebesar 300.000 metrik ton polypropylene per tahun. Setelah beroperasi pada 2029, total kapasitas produksi perusahaan akan meningkat menjadi 600.000 metrik ton per tahun.
Menurutnya, proyek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat industri petrokimia nasional, memenuhi kebutuhan bahan baku dalam negeri untuk industri kemasan makanan, alat kesehatan, hingga otomotif, sekaligus mengurangi impor polypropylene.
“Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, Forkopimda, kontraktor, dan masyarakat luas,” kata Permono.
Proyek yang berlokasi di Jalan Raya Juntinyuat Km 13, Desa Limbangan, Kecamatan Balongan tersebut akan dikerjakan oleh konsorsium Wuhuan Engineering Co., Ltd bersama PT Enviromate Technology International.
Sementara itu, Project Director PPB, Burhanudin, memastikan pembangunan akan mengedepankan prinsip Zero Lost Time Incident atau nihil kecelakaan kerja, dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian proyek.
Ia juga menegaskan perusahaan akan memprioritaskan keterlibatan tenaga kerja lokal, subkontraktor, serta vendor lokal yang memiliki kompetensi sesuai standar. Selain itu, berbagai program pelatihan akan dilaksanakan sebagai bagian dari transfer pengetahuan dari tenaga ahli internasional kepada sumber daya manusia lokal.
Masuknya investasi besar ini diharapkan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indramayu, mendorong berkembangnya industri pendukung, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat posisi Indramayu sebagai salah satu pusat industri petrokimia nasional. (TIM)


