INDRAMAYU, indramayunews.id – Rangkaian Haul ke-43 Almagfurlah KH. Bilal Ilyas di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Darul Falah Kepolo, Desa Singaraja, Kabupaten Indramayu, berlangsung khidmat dan sarat nuansa keagamaan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 Agustus 2026, tersebut diisi dengan berbagai agenda, mulai dari khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, khotmil Qur’an dan Juz Amma, tahlil akbar, hingga peresmian gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Falah Kepolo.
Pada 16 Agustus, kegiatan diawali dengan khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kemudian pada 17 Agustus dilaksanakan khotmil Qur’an dan Juz Amma serta tahlil akbar untuk mendoakan almarhum KH. Bilal Ilyas.
Puncak rangkaian haul berlangsung pada 18 Agustus 2026 dengan peresmian gedung MTs Darul Falah Kepolo oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., didampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, H. Yus Rusmadi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhammad, S.H., Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu Dr. H. Aghuts Muhaimin, S.Pd.I., M.Ag., Ketua MWCNU Indramayu KH. Ibnu Ubaidillah Bilal, Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kabupaten Indramayu H. Ahmad Munsit Abdulillah, S.H.I., M.M., FKUB, keluarga besar Pondok Pesantren Darul Falah Kepolo, serta para wali murid.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Kepolo, KH. Ahmad Syaerozi Bilal Ilyas, mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan gedung MTs yang telah dicita-citakan sejak sekitar enam tahun lalu.
“Apa yang kita cita-citakan enam tahun yang lalu, alhamdulillah diijabah oleh Allah SWT. Kami selaku yang mengemban amanat Pondok Pesantren Darul Falah bersama dewan guru sangat bersyukur,” ujarnya.
Ia juga meminta para wali murid tidak khawatir terhadap kualitas pendidikan di pesantren. Menurutnya, Darul Falah memiliki hubungan erat dengan Pondok Pesantren Lirboyo dan setiap tahun mendapatkan tenaga bantuan dari pesantren tersebut.
“Saya sendiri alumni Pondok Pesantren Lirboyo. Setiap tahun pondok kami mendapatkan tenaga bantu dari Pondok Pesantren Lirboyo,” katanya.
KH. Ahmad Syaerozi menjelaskan, program pendidikan di PPTQ Darul Falah tidak menerapkan target hafalan Al-Qur’an secara kaku. Para santri diberikan kesempatan menghafal sesuai kemampuan selama menjalani pendidikan di pesantren.
“Di pondok kami tidak dipaksakan harus hafal dalam satu hari sekian ayat. Yang penting selama enam tahun jenjang pendidikan, dari MTs atau SMP, Tsanawiyah sampai Aliyah, bisa khatam dan menjadi hafiz maupun hafizah,” jelasnya.
Ia berharap para santri yang telah menghafal Al-Qur’an tidak hanya mampu menguasai hafalan, tetapi juga mengamalkan ilmunya sehingga memberikan manfaat bagi diri sendiri, umat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Indramayu Dr. H. Aghuts Muhaimin mengapresiasi keberadaan Pondok Pesantren Darul Falah Kepolo yang selama ini turut berperan dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Menurut Aghuts, mendidik anak hingga mampu menghafal Al-Qur’an bukanlah pekerjaan sederhana. Karena itu, para orang tua patut bersyukur atas capaian anak-anak mereka.
“Orang tua para santri harus bersyukur karena dalam satu tahun anak-anak bisa hafal Al-Qur’an. Belajar Al-Qur’an berbeda dengan pengetahuan biasa,” tuturnya.
Aghuts menegaskan, pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah. Namun, keberadaan pesantren swasta selama puluhan tahun telah membantu pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
“Sesungguhnya pondok pesantren swasta yang mengelola pendidikan pada hakikatnya mendukung tanggung jawab pemerintah. Oleh karena itu, kami dari Kementerian Agama harus hadir, karena pemerintah berutang budi kepada pesantren yang selama berpuluh-puluh tahun dengan ketulusan, keteladanan, dan keikhlasan mengajari putra-putri para wali murid,” ungkapnya.
Atas nama Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Aghuts juga menyampaikan terima kasih kepada KH. Ahmad Syaerozi Bilal Ilyas beserta keluarga dan seluruh jajaran Pondok Pesantren Darul Falah yang terus memberikan pengabdian di bidang pendidikan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Abah Kiai Syaerozi Bilal beserta Ibu Nyai dan putra-putri yang tulus, penuh keteladanan dalam mengelola pendidikan. Sesungguhnya apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari tugas negara,” pungkasnya.
Rangkaian Haul ke-43 KH. Bilal Ilyas tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenang dan mendoakan almarhum, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat pendidikan keagamaan, mencetak generasi penghafal Al-Qur’an, serta mempererat sinergi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat di Kabupaten Indramayu. (DRA)


