34.7 C
Indramayu
Selasa, 29 September 2026

Coir Shade Karya Warga Binaan Lapas Indramayu Tembus Spanyol, Lucky Hakim Beri Apresiasi

INDRAMAYU, indramayunews.id – Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi keberhasilan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menghasilkan produk coir shade berbahan serat kelapa yang berhasil menembus pasar internasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Lucky Hakim saat melepas ekspor perdana coir shade hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIB Indramayu ke Spanyol, Senin (28/9/2026).

Pelepasan ekspor tersebut menjadi bagian dari kunjungan Bupati Lucky Hakim bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu ke Lapas Indramayu. Kunjungan itu sekaligus untuk melihat secara langsung hasil pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

Menurut Lucky, keberhasilan produk berbahan serat kelapa tersebut menembus pasar luar negeri merupakan capaian yang patut diapresiasi. Hal itu menunjukkan keterampilan yang diberikan selama masa pembinaan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.

“Ini salah satu hasil yang bisa dibanggakan. Dari serabut kelapa dipintal menjadi sesuatu yang bernilai dan terbukti akan dikirim ke luar negeri, tujuannya ke Spanyol. Artinya, sudah terbukti ada kinerja dan ada hasilnya,” ujar Lucky.

Ia menilai program pembinaan kemandirian seperti pembuatan coir shade perlu terus dikembangkan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Pemkab Indramayu, lanjut Lucky, siap mendukung pengembangan program tersebut sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Salah satunya dengan mendorong terjalinnya kerja sama dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Harapannya, produk-produk seperti ini terus dikembangkan sehingga setelah kembali ke masyarakat, warga binaan sudah memiliki keterampilan yang bisa menjadi modal untuk bekerja dan berusaha,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih mengatakan, pengembangan produk hasil karya warga binaan merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus upaya meningkatkan sektor UMKM di lingkungan Lapas.

Berbagai produk hasil pembinaan terus dikembangkan dan sebagian di antaranya dinilai memiliki peluang untuk dipasarkan hingga ke luar negeri.

“Salah satunya yang kita ekspor hari ini adalah peningkatan UMKM, yang kami laksanakan dan diharapkan juga dapat meningkatkan UMKM di Kabupaten Indramayu,” kata Aramichi.

Ia menjelaskan, program pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan selama warga binaan menjalani masa pembinaan. Lebih dari itu, keterampilan yang dimiliki diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Lapas Indramayu terus membangun koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu serta berbagai pihak terkait.

Ekspor perdana coir shade ke Spanyol menjadi salah satu capaian pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Indramayu. Keberhasilan tersebut sekaligus membuka peluang bagi pengembangan produk hasil pembinaan agar memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar internasional.

Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa program pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi dapat diarahkan pada pemberdayaan ekonomi dan kesiapan untuk kembali produktif di tengah masyarakat. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles