33.5 C
Indramayu
Rabu, 7 Oktober 2026

HUT Indramayu ke-499, H. Purnomo Dorong Penguatan Kekuatan Ekonomi dan Lapangan Kerja

INDRAMAYU, indramayunews.id – Memasuki usia ke-499 tahun, Kabupaten Indramayu dinilai memiliki modal ekonomi yang besar untuk menjadi daerah dengan kekuatan ekonomi yang semakin mandiri dan produktif.

Pengusaha muda Indramayu, H. Purnomo, S.Sos, menilai momentum HUT Indramayu ke-499 harus menjadi refleksi sekaligus momentum untuk memperkuat sektor ekonomi, investasi, dunia usaha, UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja.

Menurut owner Taruna Beton tersebut, Indramayu memiliki berbagai potensi ekonomi mulai dari pertanian, perikanan, kelautan, perdagangan hingga sumber daya manusia. Namun, potensi tersebut perlu diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Indramayu jangan hanya bangga dengan potensi. Potensi harus menjadi kekuatan ekonomi nyata. Pertanian harus menghasilkan industri, laut harus menghasilkan nilai tambah, UMKM harus naik kelas, investasi harus menciptakan lapangan kerja, dan seluruhnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar H. Purnomo.

Infrastruktur Harus Menjadi Penggerak Ekonomi

H. Purnomo mengatakan pembangunan infrastruktur tetap penting dalam mendukung pertumbuhan daerah. Namun, pembangunan fisik harus memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, jalan, jembatan, pasar maupun fasilitas publik harus mampu membuka akses terhadap sentra produksi, kawasan perdagangan, pertanian, perikanan dan kawasan industri.

“Jalan dibangun untuk menggerakkan barang dan manusia. Infrastruktur harus terkoneksi dengan sentra produksi, pasar, kawasan industri, pertanian, perikanan dan pusat perdagangan. Jangan sampai infrastrukturnya bagus, tetapi ekonomi masyarakat berjalan di tempat,” katanya.

Ia mendorong agar arah pembangunan daerah semakin berorientasi pada peningkatan produktivitas dan penciptaan kesempatan ekonomi.

Hilirisasi Perkuat Nilai Tambah

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat hilirisasi berbagai komoditas unggulan daerah.

Hasil pertanian seperti padi, mangga dan bawang, serta potensi perikanan dan kelautan, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

“Kalau petani menjual gabah, nelayan menjual ikan, dan masyarakat hanya menjual bahan mentah, maka nilai tambah terbesar akan dinikmati pihak lain. Kita harus membangun industri pengolahan di Indramayu agar nilai tambah dan lapangan pekerjaan tetap berada di daerah,” tegasnya.

Menurut dia, pengembangan industri pengolahan juga dapat membuka rantai ekonomi baru, mulai dari produksi bahan baku, pengolahan, pengemasan, distribusi hingga pemasaran.

Investasi Harus Berdampak pada Masyarakat

Dalam memperkuat perekonomian daerah, H. Purnomo juga menilai investasi memiliki peran penting.

Namun, investasi yang masuk ke Indramayu diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas usaha, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan pelaku ekonomi lokal.

“Investor tidak cukup hanya diundang. Mereka harus diberikan kepastian dan ekosistem usaha yang sehat. Pemerintah harus menjadi fasilitator, bukan menjadi hambatan,” ujarnya.

Ia berharap investasi yang berkembang di Indramayu dapat membuka lapangan pekerjaan sekaligus menciptakan peluang kemitraan bagi UMKM dan pelaku usaha lokal.

UMKM Harus Naik Kelas

Selain investasi dan industri, penguatan UMKM juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan ekonomi Indramayu.

Menurut H. Purnomo, pembinaan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan maupun bantuan modal. Pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan manajemen, digitalisasi, sertifikasi, penguatan kemasan hingga akses pemasaran.

“UMKM harus didorong menjadi bagian dari rantai ekonomi yang lebih besar. Jangan hanya menjadi penerima program, tetapi harus tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.

Anggaran Harus Memberikan Dampak Ekonomi

H. Purnomo juga mendorong agar kebijakan anggaran daerah semakin diarahkan pada program yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ia menilai ukuran keberhasilan pembangunan tidak semata-mata berdasarkan banyaknya proyek yang diselesaikan, tetapi juga dari dampaknya terhadap pendapatan masyarakat, pertumbuhan usaha dan lapangan pekerjaan.

“Setiap rupiah anggaran harus ditanya: berapa lapangan kerja yang tercipta, berapa UMKM yang naik kelas, berapa investasi yang masuk, dan berapa pendapatan masyarakat yang meningkat?” ujarnya.

Ia berharap momentum HUT Indramayu ke-499 dapat menjadi titik penguatan ekonomi daerah dengan mengoptimalkan potensi lokal dan membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, UMKM serta investor.

“Indramayu memiliki modal yang besar. Tinggal bagaimana seluruh potensi itu dikelola, diolah dan dikoneksikan sehingga menjadi kekuatan ekonomi yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkas H. Purnomo. (DRA)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles