Berdayakan Masyarakat Jangan Sampai Timbul Gejolak Lingkungan
JUNTINYUAT, indramayunews.id – Sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Indramayu, mengingatkan kepada managemen PT. Polytama Propindo supaya lebih memperhatikan pengusaha lokal. Pasalnya, pabrik pengelola biji plastik kini sedang melaksanakan pengurugan tanah guna persiapan perluasan pabrik.

“Pengurugan tanah di lokasi pabrik itu dinilai kurang melibatkan pengusaha lokal. Mereka (managemen, red) memilih perusahan di luar Indramayu. Sehingga menciptakan susana kurang kondusif di lapangan,” jelas Ketua Forum Bina Lingkungan Lombang-Limbamgan (FBLL) Taryono alias Bagong, kepada wartawan, Sabtu (13/5).
Dia menyampaikan bahwa dibentuknya forum ini bertujuan untuk menyambungkan kepentingan bersama antara pihak perusahaan dengan masyarakat. Hal ini seharusnya ada kepekaan sosial dari pihak pengembang. Jangan seperti sekarang, pihak pengembang dinilai kurang merespon tuntutan masyarakat serta tidak mau berbagi.

“Semua tuntutan masyarakat sepertinya tak digubris oleh pihak pemgembang. Hal ini akan menjadi bom waktu bagi Polytama. Dan, kalau memang ada pekerjaan yang sekiranya bisa diserahkan kepada pengusaha lokal ya harus diserahkan,” tegasnya.
Hal serupa dirilis H Gorry Sanuri dalam akun media sosialnya. Dia mengecam keras kepada PT. PP yang sama sekali tidak mau membuka peluang bersam untuk pengusaha lokal. Alasannya tidak mau berbagi. Karena kerakusan oknum yang tidak paham bahwa kita ini negara yg diatur dengan UUD 45 dan Pancasila, unggah status media sosialnya. (IN-014)


