JUNTINYUAT, indramayunews.id – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, dijadikan tempat maksiat oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab. Tak hanya itu, mereka pun menyalahgunakannya sebagai tempat transaksi dan penggunaan narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).
Salah seorang warga yang menolak disebutkan identitasnya, mengeluhkan kondisi seperti ini. Menurutnya, sekolah yang seharusnya menjadi tempat pendidikan bagi generasi penerus bangsa, telah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.
“Lihatnya sedih sekali. Kok tega-teganya mengotori sekolah dengan perbuatan-perbuatan yang tercela,” ungkapnya kepada indramayunews.id, Rabu (8/6).
Dijelaskannya, penyalahgunaan bangunan sekolah untuk perbuatan terlarang, dilakukan pada malam hari. Mereka memanfaatkan kondisi lingkungan sekolah yang sepi dan minim penerangan, untuk berbuat mesum dan transaksi barang-barang haram.
“Ya kalau pagi ada saja sisa-sisa dari aktivitas mereka di malam hari. Dari bekas alat kontrasepsi dan celana dalam yang tertinggal, hingga sisa penggunaan obat-obat terlarang,” imbuhnya.
Pihak sekolah pun disebutnya bukan tanpa upaya. Di antaranya dengan memasang lampu penerangan yang cukup, hingga memasang pintu gerbang serta tembok atau pagar yang mengelilingi lingkungan sekolah.
“Sudah dipasangi lampu, tapi kemudian hilang dan begitu saja terus-menerus. Dipasang tembok pagar juga mereka bisa loncat, bahkan sampai merusak kunci gembok segala,” jelasnya.
Harapan terakhir masyarakat adalah kepada pihak berwajib, agar lebih menggencarkan patroli di lingkungan sekolah. Sehingga fungsi sekolah sebagai Wiyata Mandala, bisa terjaga dari penyalahgunaan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.
“Sebagai warga yang peduli pendidikan, kami sudah sering patroli dan sering pula memergoki hal-hal terlarang itu. Tapi selalu berulang, seperti tidak ada rasa takut sedikit pun kepada kami. Apakah harus hukum rimba yang bertindak agar mereka bisa jera?,” pungkasnya setengah bertanya. (IN-011)


