31.7 C
Indramayu
Rabu, 27 Mei 2026

Rangga Sebagai Duta Literasi Indramayu, Tampil Memukau di Hadapan Istri Gubernur Jabar

BANDUNG, indramayunews.id – Berkostum “Komboran” khas Indramayu. Hal itu dilakukan oleh Rangga, alumni SMAN Sasi Indramayu yang kini sudah menjadi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Putra dari Ribaldi Candra SH MH ini sebagai duta Literasi Indramayu. Dia tampil memukau di GOR Arcamanik Bandung, belum lama ini.

“Apa yang saya lakukannya adalah sebagai tanda terima kasih. Atas pendidikan yang saya peroleh selama menjadi siswa di Indramayu. Ini saya persembahkan untuk Ibu Bupati Indramayu Nina Agustina, guru-guru saya, Ibu Hj. Ana Sopana (mantan Bupati) dan Ibu Hj. Lili Suhaeli. Tanpa mereka saya tidak akan mampu berdiri diatas podium ini,” kata Rangga kepada wartawan.

Pada kesempatan itu Rangga mereview (memberi ulasan) buku “Not Giving A Fuck (Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat)” karya Mark Manson dalam bahasa Inggris. Mahasiswa UNJ itu menyampaikan hal tersebut dihadapan Bunda Literasi Jawa Barat, Atalia Praratya.

Menurut, H. Sulkhin Muntaro MPd, mantan Kepala SMAN Sasi. Rangga itu memang salah satu dari sekian banyak siswa SMA Sasi yang memiliki talenta. Kemampuanya berbahasa Inggris yang secara otodidak ini membuat Mam Henny (Guru Bahasa Ingris di Sasi) cukup bangga.

”Yang jelas dia tergolong siswa cerdas dan memiliki prestasi lebih. Apabila dibandingkan dengan teman-teman lainnya,” imbuh Sulhin.

Hal senada disampaikan Hj. Yulia Yulianti, M.Pd. Ketua Gareulis Literasi Nasional (GLN) Jawa Barat. Ia menjelaskan ejak ditingkat Kabupaten, saya sudah jatuh hati kepada siswa Rangga.

Dengan grammar (struktur penyusunan kalimat) yang sangat baik dia mampu membawa kita terhanyut dalam cerita yang disampaikan. Ini bakat Litrasi yang dikarunia Allah Swt. kepada Rangga. Hal ini harus mendapat dukungan dari semua pihak. Karena ini mengangkat nama daerah. Bukan hanya tingkal lokal bahkan sudah masuk tingkat internasional.

“Saya bangga dengan kemampuan Rangga dalam penyampaiannya. Yang terstruktur dan sesuai dengan norma yang ada,”katanya sambil menyampaikan apresiasi kepada Rangga.

Meski sebagai duta Literasi. Fasilitas yang diberikan kepada Rangga pun biasa saja. Bisa kita membayangkan, sebelum tampil pada acara, dia hanya tidur di sebuah masjid sambil menunggu waktu pelaksanaan. Bahkan sarapan pun hanya berupa 3 kue dalam kotak. Tapi tak menyurutkan semangat Rangga untuk bisa tampil memukau di hadapan undangan. (rilis)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles