JUNTINYUAT, indramayunews.id – Puluhan warga desa penyangga perusahaan PT. Polytama Propindo Desa Limbangan Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, yang mengatasnamakan Forum Bina Lingkungan Kawasan Indsutri L2 (Desa Lombang dan Limbangan) menggelar aksi deklarasi, Senin (25/4).
Aksi deklarasi ini mereka dengan tegas menyatakan sikap menuntut pihak PT. Polytama Propindo untuk lebih memberdayakan masyarakat desa sekitar atau desa penyangga.
Massa dari forum tersebut menuntut pihak perusahaan biji plastik itu agar melibatkan tenaga dan pengusaha lokal dalam kegiatan pembangunan proyek pengembangan PT. Polytama Propindo yang saat ini sedang berjalan.

Selain itu, massa juga menuntut pihak PT. Polytama Propindo harus bertanggungjawab jika aktifitas kegiatan proyek itu berdampak pada masyarakat, karena menurut mereka kegiatan proyek itu sampai saat ini belum disosialisasikan kepada masyarakat sekitar, sehingga sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui adanya aktifitas proyek pengembangan PT. Polytama Propindo.
“Kami atas nama Forum Bina Lingkungan Kawasan Industri L2, telah mendukung pihak PT. Polytama Propindo dalam proyek pengembangan plant perusahaan, namun kami menyangsikan pihak perusahaan sampai saat ini belum ada sosialisasi ke masyarakat sekitar, bahkan kami menduga ijin kegaiatan proyek tersebut atau ijin Amdal dari dinas terkait perlu dipertanyakan,” Jelas Ketua Forum Bina Lingkungan Kawasan Industri L2 Taryono, saat jumpa pers di depan Wartawan.
Bahkan sebagai bentuk kepedulian forum bina lingkungan terhadap masyarakat, pihaknya juga meminta pihak perusahaan untuk lebih transparan dalam pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), pihaknya berjanji jika isi dari pernyataan sikap yang dituangkan dalam aksi deklarsi tidak segera terealisasi, maka mereka akan menggelar aksi solidaritas bersama masyarakat sekitar untuk menyampaikan aspirasinya.
“Kami minta pihak PT. Polytama Propindo agar transparan dalam pengelolaan dana CSR. Berdasarkan survei tim kami ke masyarakat, kami telah mendapatkan data bahwa dana CSR tidak merata dan tidak tepat sasaran. Jika tuntutan kami tidak seger terealisasi maka kami bersama masyarakat khususnya desa penyangga akan melakukan aksi solidaritas,” Pungkas Taryono. (IN-012)


