32.3 C
Indramayu
Senin, 27 April 2026

Indikator Keberhasilan Ramadhan

Inspirasi Sahur

Oleh : H. Fahmi Labib

Ramadhan tahun ini, sebentar lagi akan berakhir, tinggal setelah sahur ini dan satu hari esok. Alangkah baiknya, apabila kita merenung sejenak, tentang aktivitas kita selama Ramadhan yang telah kita jalani saat ini. Apakah sudah lebih baik atau malah lebih buruk dari Ramadhan tahun kemarin..?

Tak terasa Ramadhan sudah mau pergi. Rasanya baru kemarin kita memasuki bulan yang mulia ini. Ramadhan akan segera berlalu. Begitu cepat. Semoga kita semua bisa mengobati sisa luka yang masih ada di hati, memaafkan semua yang telah menyakiti, dan mengikhlaskan yang sudah pergi.

Bukan perginya Ramadhan yang kita khawatirkan, melainkan bagaimana keadaan amal kita saat Ramadhan ini pergi yang menjadi kegelisahan.

Ramadhan akan berlalu, namun kerinduan kepadanya, tak kunjung hilang. Ya Rabb pertemukanlah kami kembali dengannya.

Tamu yang kita nanti-natikan kedatangannya kemarin, mulai beranjak pergi. Semoga Ramadhan kali ini, jadi satu permulaan untuk berubah menjadi pribadi lebih baik.

Indikator keberhasilan Ramadhan, lebih bersifat kualitatif, menjadi lebih. Sedikitnya ada 5 (lima) indikator keberhasilan Ramadhan, yaitu:

1. Meningkatnya keimanan kita kepada Allah.

Kesigapan menjalankan perintah Allah, seperti menjalankan perintah berpuasa, hendaknya terus berlanjut setelah berakhirnya Ramadhan.

2. Meningkatnya Ibadah.

Secara simultan, dengan meningkatnya keimanan, akan meningkatkan ibadah seseorang kepada Allah SWT. Hal ini sudah menjadi sunnatullah bahwa iman dan ibadah pada seseorang adalah berbanding lurus. Suasana Ramadhan secara langsung maupun tidak, akan merangsang seseorang untuk meningkatkan ibadahnya baik kuantitas maupun kualitasnya, baik ibadah yang wajib maupun sunnah. Untuk diteruskan di hari-hari setelah Ramadhan.

3. Semakin baiknya akhlaq kita.

Akhlaq baik seseorang, sangat ditentukan sampai sejauh mana ia mampu mengendalikan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia dan tercela. Puasa melatih seseorang untuk mampu menahan dan mengendalikan hawa nafsunya. Seseorang dikatakan berhasil dengan Ramadhannya jika ia mampu mengendalikan dirinya di bulan-bulan lainnya.

4. Meningkatnya semangat menuntut ilmu.

Suasana Ramadhan sangat kental dengan nuansa menuntut ilmu. Kuliah Shubuh, Kuliah Dhuha, Kajian Ba’da Dzuhur, Pengajian Menjelang Berbuka (Futhur), dan Kultum sebelum Taraweh, menghiasi masjid, mushola, perkantoran, televisi dan radio. Antusiasme kaum muslim untuk mengikutinya juga cukup terlihat. Sedikit banyak kegiatan-kegiatan tersebut akan menambah wawasan dan pengetahuan tentang Islam. Hendaknya hal itu pun dapat diteruskan setelah Ramadhan ini berakhir.

5. Meningkatnya jiwa kepedulian/ sosial kita kepada orang lain.

Kebiasaan memberikan sesuatu kepada orang lain, dengan kata lain berbagi, dalam bentuk ta’jil (makanan), zakat, infaq dan sedekah, pemberian santunan, dan lain sebagainya, hendaknya terus berlanjut seusai Ramadhan. Jika hal demikian dapat dilakukan di dalam Ramadhan dan diteruskan setelah Ramadhan, maka itu tandanya Ramadhan kita berhasil, sehingga prinsip *’sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain’*, akan tertanam.

Akhirnya,

Semoga kita termasuk yang berhasil di Ramadhan tahun ini, agar kita dianggap layak untuk bertemu dengan Ramadhan di tahun-tahun yang akan datang. Aamiin…

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles