33 C
Indramayu
Selasa, 28 April 2026

Tempat Pengelolaan Sampah Terbengkalai, Sampah di Lapangan Sapu Jagat Lelea Makin Menggunung

LELEA, indramayunews.id– Tumpukan sampah di lapangan Sapu Jagat Desa/Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu, makin menggunung. Selain tidak adanya armada pengangkut sampah, tempat pemilahan dan pengolahan sampah yang dibangun pemerintah telah berhenti beroperasi.

Menurut Udi (45), warga Blok Weluntas Desa/Kecamatan Lelea, persoalan sampah di lapangan Sapu Jagat perlu mendapatkan penanganan serius. Ia khawatir, sarana olah raga yang menjadi satu-satunya kebanggaan masyarakat Desa/Kecamatan Lelea akan hilang tertutup timbunan sampah yang menggunung.

“Karena yang buang sampah di sini (Lapangan Sapu Jagat, red) bukan hanya masyarakat sekitar. Tapi juga masyarakat dari luar Desa Lelea,” ungkapnya kepada indramayunews.id, Selasa (21/6).

Ditambahkannya, warga di sekitar lapangan Sapu Jagat sangat merasakan dampak dari tumpukan sampah yang menggunung. Selain aroma busuk, asap sisa pembakaran dirasa sangat menganggu aktivitas warga sekitar.

“Kalau (sampah) mau diolah ya silakan diolah. Kan sudah ada tempat pemilahan dan pengolahan sampah. Kalau pun tidak, sampah seharusnya diangkut entah itu tiga kali seminggu, kalau memang tidak bisa setiap hari,” jelasnya.

Dijelaskannya, tempat pemilahan dan pengolahan sampah telah dibangun di Desa Lelea/Kecamatan Lelea sejak pertengahan 2015 silam. Namun pada akhirnya, tempat khusus dengan mesin pengolah sampah yang menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah tersebut terbengkalai setelah hanya beberapa bulan beroperasi.

“Entah apa sebabnya (berhenti beroperasi) saya tidak tahu pasti. Yang jelas, pengolahan sampah hanya berjalan beberapa bulan dan setelahnya hingga kini sama sekali tidak beroperasi,” tandasnya.

Hal yang sama diungkapkan Kustono (36). Sebagai pecinta olah raga, ia mengaku miris dengan nasib yang dialami lapangan Sapu Jagat saat ini. Lapangan sepak bola yang menjadi saksi bisu jejak sejarah olah raga di Desa/Kecamatan Lelea, telah sirna tertimbun tumpukan sampah yang makin menggunung.

“Dulu Sapu Jagat menjadi salah satu ikon desa, yang melahirkan talenta-talenta olah raga, khususnya pesebak bola berbakat. Kalau sudah seperti ini, gimana mau mendapatkan bibit-bibit unggul di bidang olah raga?,” terangnya setengah bertanya.

Ia hanya bisa berharap, pihak terkait segera mengembalikan fungsi serta peruntukan lapangan Sapu Jagàt sebagai sarana olah raga bagi masyarakat Desa/Kecamatan Lelea. Selain menjaga regenerasi atlet-atlet muda berbakat, Sapu Jagat dianggapnya sebagai sarana rekreasi warga tanpa harus mengeluarkan biaya.

“Saya tidak habis pikir dengan kondisi Sapu Jagat yang dahulu menjadi tempat berkumpul warga untuk berolah raga, khususnya di akhir pekan. Semoga saja pihak-pihak terkait segera merespon keluhan warga, tanpa harus menggelar aksi unjuk rasa dan keprihatinan,” pungkas pria yang akrab disapa Pluto. (IN-011)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles