INDRAMAYU, indramayunews.id – Satreskrim Polres Indramayu berhasil mengungkap penyebab kematian korban bernama Widodo (54), warga Cikarang Utara Kota Bekasi Jawa Barat, yang mayatnya ditemukan di saluran irigasi dalam kondisi terlilit lakban di jalan Soekarno-Hatta Desa Pekandangan Kecamatan/Kabupaten Indramayu beberapa hari lalu.
Menurut Kapolres Indramayu AKBP. M Lukman Syarif SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP. Fitran Romajimah SIK mengungkapkan, berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu, kondisi jenazah korban terdapat beberapa luka tanda tanda kekerasan pada bagian muka dan beberapa bagian tubuh korban.

Foto : Warji – Jenazah korban setelah dilakukan otopsi tim forensik RS. Bhayangkara Indramayu.
Dari keterangan hasil otopsi, petugas bisa menyimpulkan bahwa korban sebelum meninggal, diduga dianiaya terlebih dahulu kemudian korban dililit dengan menggunakan lakban oleh para pelaku hingga korban meninggal dunia, kemudian oleh para pelaku, jenazah korban dibuang di saluran irigasi dimana jasad korban ditemukan.
“Dari hasil pemeriksaan fisik atau hasil otopsi tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu terhadap jenazah korban, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan terhadap tubuh korban, dugaan sementara mayat itu merupakan korban tindak pidana pencurian dan kekerasan yg mengakibatkan korban meninggal dan atau pembunuhan,” Ungkap Fitran kepada indramayunews.id, Minggu (31/7).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi TKP penemuan mayat korban dan pihak keluarga korban, petugas menaikkan status kasus ini dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.
“Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dari mulai saksi yg berada di TKP penemuan mayat, keluarga korban dan saksi lainnya serta hasil otopsi, kita sudah meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan,” Tambah Fitran.
Sementara itu, pihaknya juga sudah berhasil mengantongi identitas sejumlah pelaku pembunuhan korban. Hingga kini tim Satreskrim Polres Indramayu bekerjasama dengan Polda Jabar sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
“Tim kami bekerjasama dengan tim dari Polda Jawa Barat masih mengejar para pelaku,” Pungasnya. (IN-012)


