INDRAMAYU, indramayunews.id – Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga menyebutkan desa ramah perempuan dan peduli anak dilaksanakan di 33 provinsi (minus DKI Jakarta) dengan 66 kabupaten. Setiap kabupaten memilih dua desa sebagai percontohan.

Desa ramah perempuan dan peduli anak dipilih karena mampu mengintegrasikan perspektif gender dalam pembangunan desa, tata kelola pemerintah desa, pembinaan dan pemberdayaan perempuan yang dilakukan terencana, menyeluruh dan berkelanjutan. Jika berhasil maka akan direplikasi ke desa lain di wilayahnya.
Jika perempuan berdaya maka kekerasan terhadap perempuan akan berkurang dan anak semakin terlindungi. Kementerian PPPA sendiri mencatat sebanyak 12,5 juta perempuan di Indonesia akan dibuat semakin berdaya dengan pendampingan. Sebanyak 40 ribu pendamping akan dikerahkan, sebagai mitra dari kementerian PPPA.
Sementara itu Bupati Indramayu Nina Agustina menyampaikan terimakasih kepada Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga yang telah meresmikan 2 desa di Kabupaten Indramayu sebagai pilot project pelaksanaan program DRPPA dan diharapkan bisa mengatasi persoalan kekerasan perempuan dan anak, perkawinan anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan minimnya pekerjaan di Kabupaten Indramayu.
Meski Pemerintah Kabupaten Indramayu telah melakukan sejumlah penanganan terkait permasalahan TPPO atau trafficking seperti pada tahun lalu dengan memulangkan 2 orang warga Indramayu di bawah umur yang tergiur bekerja dengan gaji besar namun justru menjadi pemandu karaoke di Papua dampak minimnya lapangan pekerjaan, dan media sosial.
“Tahun lalu kami memulangkan 4 orang anak, 2 diantaranya dari Kabupaten Indramayu, bermula membaca informasi di medsos, akhirnya tergiur karena akan diberi gaji sebesar 5 juta dan bekerja di Surabaya. Selang 1 hari di Surabaya ternyata diterbangkan ke Papua untuk bekerja sebagai pemandu karoke selama 2 Minggu, namun dengan ketidaknyamanannya akhirnya melapor ke sejumlah pihak dan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Polres Indramayu langsung merespon dan membawanya pulang,” jelas Nina saat memberikan sambutannya di depan Menteri PPPA RI saat acara peresmian di Desa Majasih Kecamatan Sliyeg Indramayu, Selasa (18/10/2022).
Lanjut Nina, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah berkomitmen akan keliling desa dan sekolah untuk melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga optimalisasi kurikulum muatan lokal (Mulok) seperti beladiri sebagai self defense.
“Bahwa bagaimanapun anak-anak perempuan ini harus diberikan bekal, kemarin saya ngobrol sama pa Sekda bahwa kayaknya kita ini harus ke sekolah-sekolah bagaimana Muatan Lokal untuk Self Defens mungkin belajar beladiri untuk meminimalisir terjadinya kekerasan,” lanjutnya.
Sementara untuk pemberdayaan perempuan Pemerintah Kabupaten Indramayu memliki program unggulan yakni Perempuan Bedikari (Pe-Ri) dan Kredit Usaha Warung Kecil (Kru-wcil). Hal ini sebagai langkah konkrit menjadikan perempuan atau Purwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) Indramayu yang memiliki skill untuk berwirausaha dan mandiri dalam rangka mewujudkan Indramayu yang Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat (Bermartabat). (IN-012)


