31.7 C
Indramayu
Selasa, 21 April 2026

Siswa SD Telanjang Bulat dan Dibully di Kabupaten Indramayu


INDRAMAYU, indramayunews.id – Sebuah kejadian tak terpuji telah menggemparkan Kabupaten Indramayu, dimana seorang siswa SD menjadi korban perundungan (Bullying). Dalam sebuah video yang viral di media sosial, aksi tersebut terekam di mana korban tidak hanya dibully, namun bahkan dipaksa telanjang bulat oleh beberapa rekan sekelasnya. (06/03/24)


Dalam video yang memperlihatkan aksi perundungan ini, seorang anak sekolah dasar terlihat telanjang bulat. Korban, yang diketahui berinisial HA (12 tahun), didorong, ditendang, bahkan kepalanya dipukul menggunakan botol plastik oleh beberapa anak lainnya. Mereka menunjukkan tawa keji sembari melakukan aksi tersebut, seolah-olah tidak menyadari dampak psikologis yang mungkin dialami korban.


Tidak berhenti sampai di situ, para pelaku akhirnya memberikan kembali celana korban, namun tidak dengan kondisi yang layak. Celana korban disiram air hingga basah kuyup. Korban terlihat pasrah, mengambil kembali pakaiannya yang sudah basah dengan wajah penuh rasa malu dan keputusasaan.


Kejadian tragis ini terjadi pada Sabtu, 24 Februari 2024, saat jam pelajaran olahraga sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi perundungan ini bukan terjadi di lingkungan sekolah, melainkan di sebuah ruang madrasah atau MDTA yang berdekatan dengan sekolah. Aksi perundungan tersebut terekam dalam sebuah video oleh salah satu pelaku, yang kemudian menjadi viral di media sosial.


Fatimah, ibu dari HA yang berusia 40 tahun, mengungkapkan kekecewaannya dan kesedihannya atas perlakuan keji yang menimpa anaknya. Dia menyatakan bahwa anaknya tidak pernah menceritakan kejadian tersebut kepada dirinya sebelumnya. Betapa hatinya teriris dan sakit melihat anaknya menjadi korban aksi perundungan yang tidak manusiawi tersebut.


“Senakal-nakalnya anak, biasanya tidak sekejam ini. Saya tidak bisa membayangkan anak saya dipermalukan seperti itu, ditelanjangi, dipukul, dan disiram air,” ujar Fatimah dengan suara penuh kesedihan saat ditemui di kediamannya, Desa Karangsong, Indramayu, Rabu, 6 Maret 2024.


Fatimah bahkan tidak menyadari beredarnya video tersebut sebelumnya, hingga dia dipanggil oleh guru HA dan diberitahu tentang kejadian tragis yang menimpa anaknya tersebut. Peristiwa ini menjadi pukulan keras bagi Fatimah dan keluarganya, serta menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan kesejahteraan anak-anak di lingkungan sekolah.


Diharapkan pihak sekolah dan pemerintah setempat dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Kejadian seperti ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan perlindungan dan kesejahteraan mental anak-anak di lingkungan sekolah.(dra)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles