Ribuan hektare areal persawahan milik PT. Pertamina yang ditanami padi oleh para petani terendam banjir akibat intensitas hujan cukup tinggi dalam beberapa hari ini. Foto: Indra Mahedi
INDRAMAYU, indramayunews.id _ Ribuan hektare areal persawahan yang sudah ditanam bibit padi di Kabupaten Indramayu terendam banjir akibat intensitas hujan cukup tinggi dalam beberapa hari ini. Tanaman padi yang baru berusia satu bulan jalan itu bakal terancam mati dan petani terpaksa harus menanam ulang.
Pantauan di lapangan, areal persawahan yang berubah bak lautan akibat terendam banjir itu berada di sepanjang Jalan Raya Juntinyuat hingga Balongan Indramayu. Yang paling parah terendam banjirnya itu persis areal persawahan di depan lokasi Kilang PT. Pertamina (Persero) Balongan Indramayu
Selain itu tampak terlihat areal persawahan yang terendam banjir juga berada di depan lokasi PT. Polytama Propindo. Tepatnya berada di areal persawahan milik petani asal Desa Lombang, Desa Tinumpuk dan Desa Limbangan Kecamatan Juntinyuat Indramayu Jawa Barat.
“Diperkirakan ada ribuan hektare areal persawahan petani terendam di depan areal kilang Pertamina. Juga pesis di depan lokasi pabrik Polytama Propindo,”jelas Samir, petani asal Kecamatan Juntinyuat kepada wartawan, Jumat, 15 Maret 2024.
Menurutnya, hampir setiap tahun dan datangnya musim hujan tiba. areal persawahan ini selalu menjadi langganan banjir. Akibatnya para petani harus menanam bibit padi tak cukup satu kali. Bahkan. kata dia, harus beberapa kali karena minimnya pembuangan air sehingga merendam areal sawah.”Harus bagaimana lagi. Saluran pembuang air sepertinya sangat minim,”katanya.
Hal senada diungkapkan petani asal Kecamatan Balongan. Ia menuturkan areal persawahan yang ia tanami adalah milik PT. Pertamina. Sebelum digunakan untuk membangun pabrik, ribuan hektar areal sawah itu digarap oleh para petani.”Setiap tahun selalu jadi langganan banjir,”jelas Toha, petani sekitar kilang PT Pertamina Balongan. (tim)


