31.2 C
Indramayu
Kamis, 4 Juni 2026

Menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 H, Santri Pondok Pesantren Darul Maarif Adakan Kajian Pencegahan Kekerasan

INDRAMAYU, indramayunews.id – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, santri Pondok Pesantren Darul Maarif menggelar kajian bertajuk Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pondok Pesantren. Acara ini menghadirkan Miftah SH, MH, seorang advokat sekaligus Konsultan Hukum Yayasan Darul Maarif, sebagai pemateri utama.

Dalam paparannya, Miftah menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman bagi seluruh santri. Ia menjelaskan bahwa kekerasan di lingkungan pesantren sering kali berawal dari candaan yang berlebihan, yang kemudian berkembang menjadi kekerasan fisik hingga perkelahian. Selain itu, ia juga menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying) yang kerap menimpa santri dengan sifat pemalu, anak yang lebih lemah, atau mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

“Kita harus memastikan bahwa tidak ada kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pesantren. Santri harus saling menghormati dan mendukung satu sama lain, bukan malah menjadikan temannya sebagai bahan ejekan,” ujar Miftah dalam sesi kajian.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tindakan kekerasan terhadap anak sudah diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 yang diperbarui dengan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalam regulasi tersebut, anak diakui sebagai makhluk rentan yang sering menjadi objek kekerasan, eksploitasi, hingga kekejaman. Oleh karena itu, setiap bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk di lingkungan pesantren, harus dicegah dan ditindak secara tegas.

Kajian ini mendapat respons positif dari para santri yang hadir. Mereka menyadari pentingnya menjaga sikap dan perilaku agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi sesama. Pihak pondok pesantren juga berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan serta pengawasan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan nyaman.

Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya pesantren yang bebas dari kekerasan, sehingga para santri dapat menimba ilmu dengan tenang serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.(DRA)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles