32.8 C
Indramayu
Jumat, 1 Mei 2026

Program “Babadan Berzakat” Wujudkan Kemandirian dan Kepedulian Sosial di Desa Babadan Sindang

INDRAMAYU, indramayunews.id – Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu menorehkan langkah progresif dalam meningkatkan kualitas ibadah dan solidaritas sosial melalui program “Babadan Berzakat”. Program ini menjadi tonggak baru bagi masyarakat agraris Babadan dalam mengelola potensi pertanian untuk kemaslahatan bersama.

Kuwu Desa Babadan, Sugeng Sari Kuswanto, belum lama ini menjelaskan bahwa program “Babadan Berzakat” merupakan gagasan lama yang baru terealisasi tahun ini. Terinspirasi dari kondisi mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani, pedagang, dan nelayan, Sugeng mendorong agar zakat pertanian dapat menjadi sarana gotong royong dan bentuk syukur atas hasil bumi.

“Terdapat sekitar 150 hektare sawah di Babadan, dengan hasil panen mencapai 900 ton per musim. Jika dihitung dengan harga Rp6.500 per kilogram, perputaran ekonomi bisa mencapai Rp5 miliar. Tapi manfaatnya belum merata. Dari situ lahir ide zakat pertanian ini,” ungkap Sugeng.

Pada tahun 2025 ini, total zakat yang berhasil dikumpulkan dari para petani berupa 317,5 kilogram beras dan uang tunai sebesar Rp13.160.000. Selain itu, Pemdes juga menerima sumbangan berupa gabah hasil denda pelanggaran aturan panen, seperti larangan bertani hari Jumat dan pembatasan jam panen. Denda maksimal sebesar 3 kuintal gabah ini masuk dalam Pendapatan Asli Desa (PAD) dan disalurkan kembali ke masyarakat kurang mampu.

Secara keseluruhan, zakat pertanian yang terkumpul mencapai 18 kuintal 17 kilogram beras, ditambah 60 kilogram dari denda panen. Zakat ini disalurkan kepada 175 penerima manfaat, masing-masing mendapatkan 5 kilogram beras. Selain itu, dana tunai juga disisihkan untuk 44 anak yatim, piatu, dan yatim piatu, masing-masing menerima Rp100.000. Sisa kas sebesar Rp2,2 juta akan digunakan untuk kegiatan sosial lainnya.

“Melalui zakat ini, kami ingin mengurangi ketergantungan terhadap bantuan dari luar. Dari petani Babadan, hasilnya kembali untuk masyarakat Babadan,” kata Sugeng.
Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, hadir langsung dalam penyaluran zakat tersebut dan menyampaikan salam dari Bupati Indramayu Lucky Hakim. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Desa Babadan.

“Program ini luar biasa. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Ini bukan hanya memiliki manfaat sosial tapi juga nilai ibadah. Saya harap program ini bisa diadopsi oleh desa-desa lain di Indramayu,” ujarnya.

Syaefudin menambahkan, program ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam program REANG, salah satunya adalah “Indramayu Berzakat”. Ia menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel sebagai alternatif mandiri untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Transparansi dan keterbukaan adalah kunci kepercayaan. Saya bangga dan mendukung penuh agar kegiatan ini bisa terus berlanjut. Harapan saya, petani Babadan makin subur, pertaniannya makmur, dan solidaritas sosial tetap terjaga,” tegasnya.

Acara ditutup dengan penyerahan zakat secara simbolis oleh Wabup Syaefudin kepada perwakilan anak-anak yatim piatu, serta pembagian zakat beras kepada para lansia. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Sindang dan perangkat desa.

Program “Babadan Berzakat” menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan kekuatan kolektif yang mampu menggerakkan pembangunan desa yang berkeadilan dan mandiri. (DRA)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles