INDRAMAYU, indramayunews.id – Upaya meningkatkan kemandirian dan kompetensi anak berkebutuhan khusus terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen lintas perguruan tinggi di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Indramayu, Jumat (12/9/2025).
Tim pengabdian terdiri dari Dr. Wiwik Ambarsari, S.P., M.Si. (Ketua Tim, Dosen Prodi Agribisnis Universitas Wiralodra), Entus Hikmana, S.Pt., M.P. (Dosen Prodi Agribisnis Universitas Wiralodra), serta Rudiansyah, S.KM., M.Kes. (Dosen Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat STIKES Indramayu). Program ini juga melibatkan empat mahasiswa Universitas Wiralodra, yaitu Melody Ismi Indrawan, Maeva Adjindah, Wandi Santoso, dan Justin.
Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek Tahun 2025.
Dalam pelatihan, siswa SLBN 2 Indramayu dikenalkan pada keterampilan agribisnis, mulai dari pembuatan eco-enzyme, persiapan media tanam, pemanfaatan barang bekas sebagai wadah, penyemaian benih, pemindahan bibit, hingga pemeliharaan tanaman organik. Selain itu, mereka juga diajarkan penanganan pasca panen, pengemasan, serta strategi pemasaran produk agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian menghibahkan satu set peralatan pertanian sederhana kepada pihak sekolah.
Hasil dari kegiatan ini cukup membanggakan. Para siswa berhasil menghasilkan sayuran organik seperti sawi, selada, kangkung, cabai, dan pakcoy. Produk tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan internal sekolah sekaligus dipasarkan ke masyarakat sekitar.
Hal ini membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, siswa berkebutuhan khusus mampu mandiri, berdaya, dan berkontribusi di tengah masyarakat tanpa diskriminasi.
Kepala SLBN 2 Indramayu, Elka Asmartuti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, kerja sama program ini menjadi peluang sekaligus tantangan.
Dengan adanya kegiatan vokasional pertanian, siswa kami—terutama jenjang SMP dan SMA SLB—memiliki tambahan keterampilan yang bermanfaat. Atas nama sekolah, kami mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian dari Unwir dan STIKES Indramayu. Harapan kami kerja sama ini berlanjut dan komunikasi tetap terjalin,” ujarnya.
Ketua Tim, Dr. Wiwik Ambarsari, menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar pelatihan agribisnis. “Kami berharap keterampilan yang diperoleh siswa dapat menjadi bekal hidup, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan kesetaraan sehingga mereka bisa berdampingan dengan masyarakat tanpa batasan atau diskriminasi,” jelasnya.
Sementara itu, Rudiansyah, M.Kes., menambahkan bahwa pendekatan kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian. Penerapan eco-enzyme dan media tanam organik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pola hidup sehat.
Program ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas bidang ilmu antara agribisnis dan kesehatan masyarakat. Selain keterampilan teknis, siswa SLBN 2 Indramayu juga mendapat pengalaman sosial yang membentuk mental mandiri dan berdaya saing.
Ke depan, tim pengabdian berkomitmen terus melakukan pendampingan agar program ini dapat menjadi model pembelajaran inklusif yang mengintegrasikan pendidikan, keterampilan hidup, dan kemandirian ekonomi bagi anak berkebutuhan khusus. (DRA)


