32.5 C
Indramayu
Sabtu, 25 April 2026

Optimalisasi Pelabuhan Perikanan Dadap, Bupati Lucky Hakim Tinjau Pengerukan Sedimentasi

INDRAMAYU, indramayunews.id – Dalam upaya mengoptimalkan fungsi Pelabuhan Perikanan Dadap sebagai pusat kegiatan ekonomi kelautan, dilakukan kegiatan sosialisasi pengerukan sedimentasi di kawasan perairan Pelabuhan Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara TNI Angkatan Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu.

Bupati Indramayu Lucky Hakim hadir langsung di lokasi didampingi oleh Kepala Diskanla Kabupaten Indramayu Edi Umaedi untuk meninjau kapal keruk yang digunakan dalam proses normalisasi aliran sungai di kawasan pelabuhan.

Menurut Bupati Lucky, pengerukan sedimentasi ini merupakan langkah strategis untuk memperlancar aktivitas nelayan dan memperkuat fungsi pelabuhan sebagai pusat ekonomi kelautan di wilayah utara Indramayu.

“Meskipun seharusnya pengerjaan kapal keruk ini merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), kami dari Pemerintah Kabupaten Indramayu mengajukan percepatan agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujar Lucky.

Ia menambahkan, saat ini hanya satu kapal keruk yang digunakan untuk melayani 14 muara di wilayah Indramayu, sehingga dibutuhkan tambahan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi.

“Harapan saya, pemerintah pusat dan provinsi bisa kembali memberikan dukungan anggaran agar masyarakat Indramayu, khususnya di Desa Dadap, bisa terus bergotong royong memperkuat sektor perikanan. Nantinya, kawasan ini akan berkembang tiga kali lipat dari kondisi sekarang,” ungkapnya optimistis.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem (PPMC), Ahman Kurniawan, yang turut hadir bersama Kuwu Dadap, Asyriqin Syarif Wahadi, menjelaskan bahwa Pelabuhan Dadap menjadi prioritas utama dalam program optimalisasi pelabuhan di pesisir utara Jawa Barat.

Menurut Ahman, pihaknya telah mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Dadap dengan kapasitas 60 unit rumah, yang lahannya sudah disiapkan dan merupakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ini berkah bagi Dadap. Saya melihat Dadap bukan hanya dikenal dengan mangganya, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pintu masuk dan keluar produk hasil industri perikanan dari Indramayu ke seluruh Indonesia. Ke depan, wilayah ini bisa menjadi pusat ekspor-impor hasil perikanan karena nantinya kapal berukuran besar pun dapat masuk melalui muara Dadap,” ujarnya.

Di sisi lain, nelayan setempat Slamet (32) mengaku senang dengan adanya pengerukan lumpur di muara Dadap.
“Dengan dikeruk, aktivitas perahu menjadi lancar,” ucapnya dengan gembira.

Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi wadah komunikasi langsung antara pemerintah, nelayan, dan pihak terkait, untuk memastikan proses pengerukan berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran, demi terwujudnya optimalisasi fungsi Pelabuhan Perikanan Dadap sebagai tulang punggung ekonomi kelautan di Kabupaten Indramayu. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles