33.4 C
Indramayu
Minggu, 26 April 2026

PHE ONWJ Berdayakan Istri Nelayan Indramayu Lewat Program Ekraf Serabut Kelapa

INDRAMAYU, indramayunews.id – Tumpukan limbah serabut kelapa yang selama ini terabaikan di pesisir Indramayu kini berubah menjadi sumber ekonomi baru bagi keluarga nelayan. PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) resmi meluncurkan program “Pemberdayaan Istri Nelayan Berbasis Ekonomi Kreatif Melalui Serabut Kelapa” di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Selasa (21/10).

Program ini mengusung konsep ganda — pengelolaan limbah lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya para istri nelayan. Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, mereka kini mampu mengolah serabut kelapa menjadi coco rope (tali tambang) bernilai jual tinggi dan berpotensi menembus pasar luas.

Camat Kandanghaur, Rusyad Nurdin, mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan PHE ONWJ. Menurutnya, program ini menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi baru.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian PHE ONWJ kepada masyarakat kami. Ini bukan hal kecil, tapi konsep hebat. Saya berharap peluang emas ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan sampai alat yang sudah disiapkan hanya tergeletak di gudang,” tegas Rusyad.

Rusyad menekankan pentingnya sasaran yang jelas dan strategi pemasaran yang matang agar program ini berjalan berkelanjutan. “Konsep hebat dari PHE ONWJ ini harus dimaksimalkan sehingga warga benar-benar bisa mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komite Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kandanghaur, Nanang Rianto, menjelaskan bahwa bahan baku serabut kelapa sangat melimpah di wilayahnya, berasal dari pabrik dan pengusaha kelapa setempat.

“Tahap pertama, limbah serabut kelapa akan diolah menjadi coco rope. Dengan kapasitas mesin yang ada, kelompok mampu memproduksi hingga 60 kilogram per hari, atau sekitar Rp360 ribu pendapatan kotor per hari,” jelasnya.

Menurut Nanang, pada tahap awal, program ini langsung menyerap lima tenaga kerja dan mampu mengolah 4,5 ton bahan baku per bulan. Dalam jangka panjang, produksi coco rope akan dikembangkan menjadi coco mesh atau jaring yang dapat digunakan untuk membuat alat tangkap nelayan, guna mendukung kemandirian nelayan lokal.

Dukungan juga datang dari Kepala UPTD PPHH Dinas Kehutanan Jawa Barat, Donny Djatmiko, yang menilai program ini tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

“Kami berharap program ini bisa terus berkembang, karena selain memberdayakan masyarakat, juga mengurangi limbah dan menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ, R. Ery Ridwan, menyebut program ini sebagai wujud nyata nilai “Kolaboratif” dan “Adaptif” yang menjadi budaya Pertamina.

“Kami melihat serabut kelapa ini sebagai ‘emas cokelat’ yang terabaikan. Di satu sisi ini limbah, di sisi lain peluang besar. Program ini menjembatani masalah lingkungan dengan solusi ekonomi yang memberdayakan istri nelayan, tulang punggung ekonomi keluarga,” ungkap Ery.

Lebih lanjut, Ery menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi prinsip ekonomi sirkular yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 5 (Kesetaraan Gender), 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan 12 (Produksi dan Konsumsi Bertanggung Jawab).

“Kami tidak sekadar memberikan alat, tetapi membangun ekosistem bisnis baru dari nol, dengan bahan baku yang tersedia di halaman rumah mereka sendiri,” jelasnya.

Menurut Ery, inisiatif ini juga mendukung visi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong hilirisasi di tingkat akar rumput.

“Apa yang kita lakukan di Eretan Wetan ini adalah bentuk hilirisasi skala mikro — mengambil bahan mentah yang dianggap limbah dan memberi nilai tambah signifikan melalui teknologi tepat guna,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, program Ekraf Serabut Kelapa ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi pesisir yang berkelanjutan serta memperkuat kemandirian keluarga nelayan Indramayu. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles