SUMEDANG, indramayunews.id – Kontingen Kementerian Agama Kabupaten Indramayu tampil semarak pada kegiatan Kemah Bakti Harmoni Saka Amal Bakti Kemenag Jawa Barat ke-4 yang digelar di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sukasari, Sumedang, Jumat–Minggu (21–22/11/2025).
Dengan penuh kebanggaan, peserta dari Indramayu memperkenalkan buah khas daerahnya, Mangga Gincu, kepada Wakil Menteri Agama RI, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum, sebagai bagian dari promosi budaya dan hasil bumi lokal.
Kegiatan akbar ini diikuti 4.900 anggota Saka Amal Bakti dari seluruh Jawa Barat, melibatkan para peserta dari madrasah aliyah, santri muadalah, diniyah formal, hingga siswa SMA lintas agama.
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Suasana semakin meriah ketika Menag melepas burung merpati dan menandatangani deklarasi “Pramuka Menanam Pohon”, sebagai komitmen mendukung Asta Protas Kemenag tentang Ekoteologi.
Para peserta membawa dua bibit matoa dari masing-masing perwakilan, sehingga terkumpul sekitar 2.000 bibit pohon, yang ditanam secara simbolis oleh Menag bersama para pejabat terkait.
Kegiatan juga dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Jabar H. Dudu Rohman, Kepala Biro Kesra Pemprov Jabar Andrie Kustria Wardana, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna, serta perwakilan TNI, Polri, Kwarda Jabar dan kepala Kemenag kabupaten/kota se-Jabar.
Indramayu mengirim peserta dari MAN 1, MAN 2, MAN 3, serta MA Swasta yang terlibat dalam berbagai agenda pelatihan, penguatan keterampilan, hingga kegiatan kebersamaan lintas agama dan budaya.
Kepala Kantor Kemenag Indramayu Dr. H. Aghuts Muhaimin, S.Pd.I., M.Ag, yang hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan apresiasi penuh atas penyelenggaraan Kemah Bakti Harmoni Beragama ini, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter generasi muda daerah.

“Kegiatan ini melatih disiplin, kebersamaan lintas budaya dan agama. Peserta juga dilatih berbagai keterampilan, digitalisasi, dan pengenalan aneka budaya,” ujarnya.
Dalam amanatnya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kemah Bakti Harmoni merupakan sarana strategis untuk membentuk generasi muda yang mampu menjaga keberagaman.
Ia menyoroti tantangan era digital seperti hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi yang dapat menggerus persatuan jika tidak diwaspadai.
“Pembangunan Indonesia bukan hanya soal ekonomi, tetapi keteguhan sosial dan kedewasaan berbangsa. Bangsa ini membutuhkan pemuda yang kuat karakter, teduh sikapnya, dan bijaksana dalam mengambil keputusan,” tegasnya.
Menag juga mengingatkan bahwa pengalaman hidup di alam terbuka—tidur dalam tenda, berbagi tugas, menghadapi tantangan—akan menumbuhkan persaudaraan yang tulus.
“Perbedaan bukan jarak, tetapi peluang untuk tumbuh lebih dewasa,” ucapnya.
Suasana penutupan berlangsung meriah. Setiap kontingen daerah menampilkan karnaval dengan pakaian adat, serta memperkenalkan hasil bumi dan makanan khas masing-masing. Kontingen Indramayu menjadi sorotan karena menghadirkan Mangga Gincu, ikon buah unggulan daerah.
Acara ditutup dengan pembinaan oleh Wakil Menteri Agama RI, yang menekankan persiapan madrasah menghadapi era baru berbasis kecerdasan buatan, algoritma, dan coding, disertai pendalaman ilmu agama yang kuat.
“Madrasah harus siap menghadapi peradaban baru, tanpa meninggalkan karakter dan kekayaan ilmu agama,” pesan Wamenag.
Dengan semangat harmoni, keberagaman, dan keramahan khas Indramayu, kontingen daerah ini sukses tampil menonjol sekaligus memperkenalkan identitas Indramayu kepada peserta se-Jawa Barat. (DRA)


