32.8 C
Indramayu
Minggu, 19 April 2026

Bersaing Panas Kader PKB Jabar: Syaeful Huda vs Muhamad Sholihin Rebutkan Kursi Ketua DPW 2026–2031

BANDUNG, indramayunews.id – Kontestasi perebutan pucuk pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat periode 2026–2031 memasuki babak yang semakin dinamis. Pasca pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Jawa Barat pada 30 November 2025 di Hotel The Trans Luxury Bandung, dua nama kader kuat mencuat dan menjadi pusat perhatian: Syaeful Huda dan Muhamad Sholihin.

Proses penjaringan calon pengurus, baik untuk Dewan Tanfidz maupun Dewan Syuro, tengah dilakukan secara berjenjang oleh DPP PKB dengan mempertimbangkan usulan dari seluruh DPC PKB kabupaten/kota se-Jawa Barat. Dari dinamika yang mengemuka, terlihat adanya dua poros utama yang kini bertarung memperebutkan dukungan struktural, pengaruh politik, serta restu Ketua Umum DPP PKB, Gus Abdul Muhaimin Iskandar.

Syaeful Huda, Ketua DPW PKB Jawa Barat saat ini, kembali digadang sebagai kandidat paling kuat untuk melanjutkan kepemimpinannya. Loyalis Gus Muhaimin ini dikenal memiliki basis jaringan kokoh, terutama di wilayah perkotaan seperti Bandung.

Alumni Pondok Pesantren Denayar Jombang itu meniti karier dari aktivis pergerakan mahasiswa di Bandung. Selama memimpin DPW PKB Jabar, ia dinilai berhasil menjaga soliditas internal serta meningkatkan konsolidasi struktural hingga tingkat akar rumput.

Di sisi lain, muncul dorongan kuat dari kelompok kader muda yang menginginkan adanya regenerasi kepemimpinan di DPW PKB Jabar. Gerakan perubahan ini dipimpin oleh Muhamad Sholihin, mantan Ketua DPC PKB Indramayu, mantan Calon Bupati Indramayu, dan kini menjabat sebagai Tenaga Ahli DPP PKB di Jakarta.

Kang Sholihin, sapaan akrabnya merupakan kader muda yang juga dikenal Kubu Perubahan: Muhamad Sholihin Dorong Regenerasi loyal kepada Gus Muhaimin. Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini memiliki rekam jejak kuat di akar rumput, dengan jaringan luas di kalangan pesantren dan struktur partai tingkat daerah.

Meski berhadapan dalam kontestasi internal, baik Syaeful Huda maupun Muhamad Sholihin memiliki kesamaan penting sama-sama kader pesantren dan loyalis Gus Muhaimin. Namun dinamika politik kali ini menempatkan keduanya pada dua poros berbeda, kubu incumbent dan kubu perubahan yang sama-sama berupaya meyakinkan DPP.

Dukungan dari DPC kabupaten/kota serta keputusan akhir DPP PKB akan menjadi penentu arah kepemimpinan DPW lima tahun mendatang.

Hingga Kamis, 4 Desember 2025, proses penjaringan masih berjalan. DPP PKB disebut tengah mengkaji komposisi terbaik untuk memimpin PKB Jawa Barat pada periode 2026–2031. Baik Syaeful Huda maupun Muhamad Sholihin dinilai memiliki peluang besar, tergantung kemampuan masing-masing dalam meraih dukungan internal dan meyakinkan DPP.

Kontestasi dua kader utama ini dipandang sebagai proses alamiah dalam tubuh organisasi, sekaligus menunjukkan dinamika PKB yang hidup, demokratis, dan kompetitif.

Menanggapi peluangnya memimpin DPW PKB Jawa Barat, Muhamad Sholihin menyampaikan kesiapan dirinya.

“Jika saya diberi amanah untuk PKB di Provinsi Jabar, bismillah saya siap untuk membawa perubahan kemajuan PKB Jawa Barat,” tegas Sholihin.

Kini seluruh mata kader dan simpatisan PKB di Jawa Barat tertuju pada DPP PKB serta keputusan yang akan diambil oleh Gus Muhaimin Iskandar dalam waktu dekat. Apakah Syaeful Huda akan kembali memimpin, atau regenerasi akan lahir melalui sosok Muhamad Sholihin?. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles