31.4 C
Indramayu
Kamis, 16 April 2026

Bupati Lucky Hakim Tinjau Saluran Irigasi, Normalisasi Ditarget Rampung 1–3 Bulan

INDRAMAYU, indramayunews.id – Pemerintah Kabupaten Indramayu akan segera melakukan normalisasi saluran irigasi sebagai bagian dari upaya penanganan banjir di wilayah perkotaan. Pekerjaan normalisasi ditargetkan rampung dalam waktu satu hingga tiga bulan ke depan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat meninjau langsung kondisi saluran irigasi di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pembangunan, Kecamatan Indramayu, Jumat (30/1/2026). Dalam peninjauan tersebut, saluran irigasi terlihat dipenuhi eceng gondok dan mengalami pendangkalan cukup parah.

Peninjauan dilakukan bersama Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maulana Malik serta Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Erpin Marpinda. Bupati menegaskan, eceng gondok yang tumbuh tidak terkendali menjadi salah satu penyebab utama tersendatnya aliran air sehingga berpotensi memperparah banjir.

“Eceng gondok yang sudah besar-besar ini kalau tidak segera dibereskan akan memperburuk banjir di Indramayu,” tegas Lucky Hakim.

Menurutnya, saluran irigasi tersebut menampung aliran air dari permukiman warga, namun kondisinya kini dangkal akibat sedimentasi. Oleh karena itu, diperlukan normalisasi melalui pengerukan hingga kedalaman sekitar 2,5 meter agar aliran air kembali normal dan lancar.

“Kita ingin Indramayu memiliki drainase yang baik. Semua usulan akan kami tampung dan ditangani satu per satu. Kita usahakan semaksimal mungkin. Minimal satu sampai dua bulan ke depan sudah mulai tertangani,” ujarnya.

Selain pendangkalan dan eceng gondok, Bupati juga menyoroti keberadaan bangunan liar berupa warung yang berdiri di atas saluran air. Ia menegaskan bahwa saluran air tidak boleh digunakan untuk mendirikan bangunan karena dapat menghambat aliran air dan memicu banjir.

Lucky Hakim mengimbau warga yang membangun di atas saluran irigasi agar bersedia direlokasi dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif. Penertiban bangunan diperlukan agar proses normalisasi dapat berjalan lancar dan direncanakan mulai dilakukan dalam waktu dekat.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke kawasan Jalan Pembangunan, Kecamatan Indramayu. Di lokasi tersebut, Bupati menjelaskan bahwa aliran air menuju laut di wilayah Karangsong terhambat akibat longsoran tebing sungai, tumpukan sampah, serta eceng gondok.

“Air dari kota terhambat di tengah karena sedimentasi, sampah, dan eceng gondok. Kalau alur air lancar, eceng gondok tidak akan tumbuh. Artinya, saluran ini memang perlu dinormalisasi,” jelasnya.

Bupati menambahkan, meskipun di beberapa titik saluran irigasi terlihat cukup lebar, namun arus air tetap tidak optimal karena kedalaman yang tidak memadai. Oleh karena itu, Pemkab Indramayu menargetkan pendalaman saluran hingga kedalaman konstan sekitar 4 meter sampai ke pintu air.

Dengan normalisasi ini, Pemkab Indramayu berharap sistem drainase perkotaan dapat berfungsi optimal sehingga risiko banjir di wilayah Indramayu dapat diminimalkan. (FSYA)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles