28.3 C
Indramayu
Jumat, 6 Maret 2026

Prabowo Gagas Gerakan Gentengnisasi, Targetkan Indonesia Bebas Atap Seng Berkarat

SENTUL, indramayunews.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggagas gerakan nasional Gentengnisasi sebagai upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sejuk, sehat, dan indah. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dalam arahannya, Prabowo mengaku heran masih banyak rumah di Indonesia yang menggunakan atap seng. Menurutnya, seng tidak hanya membuat suhu di dalam rumah menjadi panas, tetapi juga mudah berkarat sehingga merusak keindahan lingkungan.

“Hampir semua kota, kecamatan, dan desa kita, maaf ya, banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan keinginannya agar atap bangunan di Indonesia beralih menggunakan genteng, bukan seng. Ia bahkan menyebut gerakan ini sebagai gentengnisasi nasional.

Prabowo menilai industri genteng tidak membutuhkan biaya besar dan sangat memungkinkan dikembangkan di daerah. Pemerintah, kata dia, akan melibatkan Koperasi Merah Putih untuk dilengkapi dengan pabrik-pabrik genteng sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.

“Alat-alat genteng itu, pabrik-pabrik genteng itu tidak mahal. Bahan bakunya dari tanah, dan bisa dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya supaya ringan dan kuat,” jelasnya.

Prabowo juga mengungkapkan laporan dari para profesor terkait pemanfaatan limbah batu bara yang dapat dicampur dengan tanah sebagai bahan genteng berkualitas baik. Menurutnya, hal ini sekaligus menjadi solusi pemanfaatan limbah industri.

“Kita akan bantu saudara sebelum gentengnisasi, sesudah gentengnisasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa gerakan gentengnisasi harus dilaksanakan oleh seluruh pemerintah daerah. Ia bahkan menyentil kepala daerah yang enggan menjalankan program tersebut.

“Kalau ada bupati atau wali kota yang tidak mau gentengnisasi, berarti dia tidak ingin kotanya indah,” tegasnya.

Prabowo mengingatkan bahwa sejak dahulu masyarakat Indonesia menggunakan bahan-bahan alami seperti rumbia dan ijuk yang membuat rumah terasa sejuk. Ia menilai peralihan masif ke atap seng justru menghilangkan karakter dan kenyamanan lingkungan.

Selain itu, Presiden juga menyinggung sektor pariwisata. Menurutnya, wisatawan tidak datang ke Indonesia untuk melihat pemandangan atap seng yang berkarat.

“Turis tidak datang ke Indonesia untuk melihat seng berkarat. Karat itu lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan,” kata Prabowo.

Ia pun menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia harus terbebas dari karat.

“Indonesia bangkit, harus kuat, harus indah, dan rakyat kita harus bahagia,” pungkasnya. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles