INDRAMAYU, indramayunews.id – CEO Land Group, Yogi Kurniawan, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2030, Minggu (8/2/2026).
Yogi hadir ke sekretariat pendaftaran tidak sendiri. Ia didampingi kedua orang tuanya, para pengurus cabang olahraga (cabor) pendukung, serta tokoh masyarakat Indramayu H. Maman Suparman Yahya. Kehadiran tersebut menegaskan keseriusan Yogi dalam mengikuti bursa pemilihan orang nomor satu di KONI Indramayu.
Dalam proses pendaftaran, Yogi mengantongi dukungan 34 cabang olahraga dari total 42 pemegang hak suara. Adapun 42 hak suara tersebut terdiri dari 40 cabor, serta 2 suara lainnya dari KONI Kabupaten Indramayu dan KONI Provinsi Jawa Barat.
“Alhamdulillah, pelaksanaan pendaftaran berjalan lancar. Semua perwakilan cabor pendukung hadir, termasuk orang tua dan sesepuh kita Ayah Maman. Mohon doanya hingga nanti pelaksanaan pemilihan,” ujar Yogi usai mendaftar, didampingi Yan Yan Tuyani (Utuy) dari cabor Perbakin.
Sementara itu, Tim Penjaringan Bakal Calon Ketua KONI Kabupaten Indramayu melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen dan administrasi, termasuk verifikasi surat dukungan dari masing-masing cabor pendukung.
Ketua Tim Penjaringan, Rudi Lesmana, menyatakan bahwa Yogi Kurniawan dinyatakan diterima sebagai pendaftar karena telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan.
“Bakal calon atas nama Yogi Kurniawan dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan resmi diterima sebagai pendaftar,” kata Rudi.
Terkait kemungkinan adanya cabang olahraga yang memberikan dukungan ganda kepada bakal calon lain, Rudi menegaskan bahwa dukungan tersebut dinyatakan tidak sah.
“Jika satu cabor mengeluarkan dukungan kepada dua bakal calon, maka keduanya tidak sah. Keabsahan dukungan baru berlaku apabila cabor tersebut menerbitkan kembali surat dukungan resmi kepada salah satu calon,” tegasnya.
Dengan dukungan mayoritas cabor, Yogi Kurniawan menjadi salah satu kandidat kuat dalam pemilihan Ketua KONI Kabupaten Indramayu periode 2026–2030. (DRA)


