Sekretaris Fraksi Gerindra, Fressah Rezkana SPdI MH
INDRAMAYU, indramayunews.id – Kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu terus disorot oleh sejumlah kalangan. Mulai dari beredarnya dokumen transfer senilai Rp 2 ke perusahaan ternak ayam hingga persolan kualitas air yang tak layak konsumsi kepada pelanggan.
Kritik keras datang dari Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Indramayu, Fressha Rezkana. Ia menyayangkan kinerja Perumdam Tirta Darma Ayu yang dinilai tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Bahkan kerap menimbulkan polemik di tubuh perusahan plat merah milik Pemkab Indramayu
Sebagai langkah tegas, lanjut Fressha mengusulkan agar pengelolaan PDAM diambil alih (take over) oleh Danantara. Ia menilai, kondisi yang ada saat ini sudah tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan biasa.
“Kalau terus dibiarkan seperti ini, masyarakat yang akan terus dirugikan. Ini bukan lagi soal evaluasi, tapi sudah saatnya diambil langkah tegas, termasuk opsi take over oleh Danantara,” tegas Fressha Rezkana kepada wartawan dalam jumpa persnya, belum lama ini.
Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi di PDAM bukan hal baru, namun terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas. Hal ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola, manajemen, maupun komitmen pelayanan.
“Jangan sampai PDAM hanya menjadi beban daerah tanpa mampu memberikan pelayanan maksimal. Kalau tidak mampu berbenah, maka harus ada pihak lain yang lebih profesional mengambil alih,” ujarnya.
Pengusaha muda sukses juga menegaskan bahwa kebutuhan air bersih adalah hak dasar masyarakat yang tidak boleh dikompromikan. Ia menilai, kegagalan dalam menghadirkan layanan yang layak merupakan bentuk ketidakseriusan dalam memenuhi kebutuhan publik.
“Air bersih itu kebutuhan dasar. Tidak boleh ada kompromi. Pemerintah daerah harus berani mengambil keputusan, bukan sekadar menunggu keadaan membaik dengan sendirinya,” tambahnya.
Ia pun menyarankan pemerintah daerah untuk segera merespons serius usulan tersebut, serta tidak menghindari langkah-langkah strategis demi kepentingan masyarakat luas.
Fraksi Gerindra, lanjut dia, akan berdiri di garis depan untuk memastikan persoalan ini tidak kembali diabaikan dan benar-benar diselesaikan secara konkret. (Indra)


