30.1 C
Indramayu
Kamis, 16 April 2026

Delapan Pekerja Asal Indramayu Terlantar di Papua, Minta Bantuan Dipulangkan

PAPUA, indramayunews.id – Sebuah video memilukan viral di media sosial memperlihatkan kondisi delapan pekerja asal Kabupaten Indramayu yang kini terlantar di perantauan, tepatnya di kawasan Sermayam, Merauke, Papua Selatan.

Salah satu pekerja, Catu Wijaya, warga Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, mewakili rekan-rekannya menyampaikan permohonan bantuan agar bisa dipulangkan ke kampung halaman. Mereka diketahui sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan dalam proyek pembangunan barak TNI di Yonif TP 818/YUBOI.

Namun, harapan untuk mendapatkan penghasilan layak justru berubah menjadi penderitaan. Para pekerja mengaku tidak menerima hak sesuai perjanjian awal. Jam lembur yang dijanjikan tidak diberikan secara penuh, sementara upah yang diterima justru dibayarkan secara dicicil.

Akibat kondisi tersebut, para pekerja tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya pulang ke Indramayu.

“Kami ingin pulang, tapi tidak punya ongkos,” ungkap Catu Wijaya dalam video yang beredar, dengan nada penuh harap.

Situasi semakin sulit setelah mandor yang bertanggung jawab disebut meninggalkan lokasi lebih awal tanpa kejelasan. Sementara itu, upah para pekerja yang tersisa juga tidak bisa diambil dengan alasan mereka telah berpindah kerja.

Diketahui, sebagian pekerja yang memiliki cukup uang telah lebih dulu pulang, sedangkan delapan orang lainnya terpaksa bertahan dan mencari pekerjaan lain untuk bertahan hidup.

Melalui video tersebut, Catu Wijaya dan rekan-rekannya memohon bantuan kepada berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat Kang Solikin, Bupati Indramayu Lucky Hakim, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, agar dapat memfasilitasi kepulangan mereka.

Kasus ini pun mengundang simpati luas dari masyarakat. Warganet diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi tersebut agar segera sampai ke pihak berwenang dan mendapat penanganan cepat.

Para pekerja berharap bisa segera dievakuasi dan kembali ke pelukan keluarga mereka di Indramayu dengan selamat. Hingga saat ini, mereka masih bertahan di Papua dengan kondisi serba terbatas dan penuh ketidakpastian. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles