INDRAMAYU, indramayunews.id – Keluhan pelayanan yang dialami keluarga pasien di RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng akhirnya mendapat respons langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, (Selasa,12/05/26).
Melalui komunikasi yang dilakukan keluarga pasien bersama indramayunews.id, pihak Dinas Kesehatan menyampaikan telah melakukan konfirmasi kepada pihak rumah sakit terkait kronologi penanganan pasien yang sempat menjadi perhatian masyarakat.
Dalam tanggapannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menyebut pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Memang itu sudah tugas kami, insya Allah kami selalu berusaha meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat,” tulis dr. H. Wawan Ridwan, MM,. Kepala Dinas Kesehatan dalam pesan singkatnya,(12/05/26).
“Permohonan Maaf Kepada Pihak Keluarga Jesicca atas kejadian tersebut, terkhusus mewakili RSUD MURSID IBNU SYAFIUDDIN dan Pelayanan Masyarakat, dan Semoga Saudari Jessica Segara Pulih”, Ungkap H. Wawan.
Menanggapi hal tersebut, pihak keluarga pasien menyampaikan apresiasi atas respons dan komunikasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu.
Keluarga menegaskan bahwa tujuan penyampaian keluhan bukan untuk memperkeruh suasana ataupun mencari konflik dengan tenaga kesehatan, melainkan agar persoalan pelayanan dapat menjadi bahan evaluasi demi perbaikan pelayanan publik ke depan.
“Kami memahami prosedur rujukan. Namun yang menjadi perhatian keluarga dan masyarakat adalah bagaimana pelayanan saat kondisi darurat, termasuk kesiapsiagaan petugas dan pendampingan pasien,” ujar pihak keluarga Jesicca (19).
Keluarga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada penjelasan prosedur semata, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit, khususnya dalam kondisi darurat malam hari.
Sebelumnya, pelayanan RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng menjadi sorotan setelah keluarga pasien mengaku kecewa terhadap proses penanganan dan rujukan pasien korban kecelakaan yang akhirnya dibawa menggunakan kendaraan terbuka menuju rumah sakit rujukan.
Selain persoalan ambulans, keluarga juga menyoroti kesiapsiagaan pelayanan malam hari, termasuk kondisi nurse station yang disebut sempat kosong saat keluarga membutuhkan bantuan.
Meski demikian, pihak keluarga mengaku masih memilih jalur komunikasi dan penyampaian secara baik-baik kepada pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui evaluasi pelayanan.
“Kami hanya berharap ada pembenahan pelayanan demi masyarakat kecil yang membutuhkan pertolongan,” ungkap keluarga.
Masyarakat pun berharap komunikasi yang telah terjalin tersebut dapat menjadi langkah awal evaluasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Indramayu agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(Lis)


