30.7 C
Indramayu
Jumat, 19 Juni 2026

Program Jari Tangan yang diinisiasi Pertamina EP mendukung petani meningkatkan kuantitas dan kualitas panen, Pertamina EP Turun ke Sawah untuk Dukung Peningkatan Hasil Panen

INDRAMAYU, indramayunews.id – Hamparan sawah di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, kembali menjadi saksi semangat para petani dalam menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan perubahan iklim, serangan hama, hingga tingginya ketergantungan pada bahan kimia, Pertamina EP mengenalkan petani dengan pendekatan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan untuk menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Pertamina EP Jatibarang Field mengundang para petani Jatisura untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan Kick Off dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Replikasi Program Jari Tangan (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan) pada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB) Musim Tanam Kedua, 18 – 20 Mei lalu. Acara tiga hari ini menjadi merupakan wujud komitmen Perusahaan dalam memperkuat kapasitas petani sekaligus mendorong penerapan pertanian berkelanjutan berbasis Agens Hayati di wilayah sekitar operasi.

Pelaksanaan kick-off yang berlangsung di Balai Desa Jatisura dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Koordinator Penyuluh BPP Cikedung, Pemerintah Kecamatan Cikedung, Pemerintah Desa Jatisura, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP Unpad), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jatisura, serta enam kelompok tani yang menjadi peserta program.

Momentum tersebut juga ditandai dengan penyerahan enam unit Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai sarana pengendalian hama tikus secara alami. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu menjaga produktivitas lahan pertanian tanpa memberikan dampak negatif terhadap keseimbangan lingkungan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemaparan hasil penelitian demplot oleh FTIP Universitas Padjadjaran terkait penerapan Agens Hayati untuk mendukung budidaya pertanian yang lebih ramah lingkungan. Peserta mendapatkan materi mengenai jenis, manfaat, dan penerapan Agens Hayati dari Waklan, Ketua PPAH Sri Trusmi Satu, bersama Wawan dari BPP Kecamatan Karangampel.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan praktik langsung perbanyakan Agens Hayati yang dipandu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Melalui pelatihan ini, petani dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan pertanian yang lebih efisien, pengendalian hama secara alami, serta pemanfaatan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman guna mendukung produktivitas dan keberlanjutan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LPPB).

Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7 Wazirul Luthfi menyampaikan bahwa Program Jari Tangan merupakan wujud kolaborasi multipihak yang mengintegrasikan peran perusahaan, pemerintah, akademisi, dan petani dalam membangun.

ekosistem pertanian yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. “Melalui Program Jari Tangan, Pertamina EP tidak hanya memberikan dukungan berupa sarana pertanian, tetapi juga menghadirkan transfer pengetahuan, pendampingan, serta penguatan kapasitas petani secara berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu. Menurut mereka, sinergi yang dibangun antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat sektor pertanian daerah sekaligus mendorong transformasi menuju praktik budidaya yang lebih berkelanjutan.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat sektor pertanian daerah. Kami berharap para petani dapat menerapkan materi yang diberikan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia melalui pemanfaatan agens hayati,” ungkap Ikhwan, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu.

Program Jari Tangan menjadi salah satu bentuk kontribusi berkelanjutan PT Pertamina EP Jatibarang Field dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles