
INDRAMAYU, indramayunews.id – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mendatangi rumah duka para korban kecelakaan lalu lintas maut di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, yang menewaskan 12 orang. Kunjungan belasungkawa dilakukan di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, pada Senin (13/7/2026).
Dalam takziah tersebut, Bupati Lucky Hakim didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu, Aspuri, serta Camat Lelea, Atang Suwandi. Selain menyampaikan belasungkawa secara langsung, Bupati juga berdialog dengan keluarga korban untuk memberikan dukungan moril agar tetap tabah menghadapi musibah.
Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Indramayu, Bupati Lucky Hakim menyerahkan santunan dan bantuan uang tunai dari BAZNAS Kabupaten Indramayu kepada keluarga korban guna membantu meringankan beban yang mereka alami.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Indramayu, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga seluruh korban yang meninggal dunia husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Bagi korban yang masih menjalani perawatan, semoga segera diberikan kesembuhan,” ujar Lucky Hakim.
Bupati Lucky menegaskan, tragedi tersebut harus menjadi pelajaran bersama untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan keselamatan berlalu lintas, khususnya terkait penggunaan kendaraan sesuai fungsi dan peruntukannya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu akan berkoordinasi dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait guna memperkuat pengawasan dan penegakan aturan mengenai angkutan penumpang.
“Regulasi mengenai keselamatan berlalu lintas sebenarnya sudah ada. Yang perlu terus diperkuat adalah implementasi di lapangan, pengawasan, dan kesadaran masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Lelea, Atang Suwandi, turut menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas dan tidak lagi menggunakan kendaraan bak terbuka sebagai sarana angkutan penumpang karena sangat membahayakan keselamatan.
Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap peristiwa tragis tersebut menjadi momentum untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas, sekaligus meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan keselamatan di jalan raya sehingga kecelakaan serupa tidak kembali terjadi. (TIM)


