INDRAMAYU, indramayunews.id – Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar Salat Istisqa bersama masyarakat dan para petani di Lapangan Masjid Besar Baiturrahman, Kecamatan Anjatan, Jumat (24/7/2026), sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Bupati Indramayu Lucky Hakim hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, Kementerian Agama, BAZNAS, serta ratusan masyarakat dan petani yang memadati lokasi pelaksanaan salat.
Usai Salat Istisqa, seluruh jemaah mengikuti khutbah yang dilanjutkan dengan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan dan mengakhiri kekeringan yang melanda Kabupaten Indramayu.
Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi dampak musim kemarau. Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah teknis, mulai dari perbaikan jaringan irigasi, peninjauan sumber-sumber air, pembangunan pompa satelit, normalisasi saluran, hingga pembangunan sumur bersama Dinas Pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Kementerian Pertanian.
“Kita tahu Indramayu merupakan daerah yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan nelayan. Saat ini petani mengalami kekurangan air,” ujar Lucky Hakim.
Ia menjelaskan, berbagai upaya tersebut terus dilakukan, namun keterbatasan debit air di sumbernya membuat kebutuhan air pertanian belum dapat terpenuhi secara optimal.
Sebagian besar lahan pertanian di Indramayu, lanjut Lucky, masih berupa sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan. Kondisi itu menyebabkan banyak petani terpaksa menunda masa tanam, bahkan sebagian mengalami gagal tanam.
“Namun kita juga harus menyadari bahwa semua ini adalah ikhtiar. Selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan Allah mendengar doa kita, mengumpulkan awan, dan segera menurunkan hujan di Kabupaten Indramayu,” katanya.
Selain upaya teknis, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga telah menyiapkan program asuransi gagal panen sebagai bentuk perlindungan bagi petani. Meski demikian, keterbatasan anggaran membuat program tersebut belum dapat menjangkau seluruh petani.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau, Pemkab Indramayu bersama BAZNAS juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada 150 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang sebagian besar merupakan warga lanjut usia di Kecamatan Anjatan.
Melalui pelaksanaan Salat Istisqa, doa bersama, serta berbagai langkah teknis dan sosial yang dilakukan, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap seluruh ikhtiar tersebut mendapat ridha Allah SWT sehingga hujan segera turun, kekeringan dapat teratasi, dan aktivitas pertanian masyarakat kembali berjalan normal. (DRA)


