INDRAMAYU, indramayunews.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu mengirimkan sekitar 1.330 peserta untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 27 bus diberangkatkan dari Islamic Center Indramayu menuju Jakarta. Pelepasan rombongan dilakukan oleh jajaran Polres Indramayu. Pada kesempatan itu, BAZNAS Kabupaten Indramayu turut memberikan bantuan air mineral kepada seluruh peserta sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Rombongan Indramayu terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, termasuk ASN nonmuslim. Keikutsertaan mereka menjadi simbol kuatnya semangat persaudaraan, kebersamaan, dan komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aghuts Muhaimin, S.Pd.I., M.Ag., mengatakan keikutsertaan Kemenag Indramayu merupakan wujud kecintaan kepada bangsa sekaligus ikhtiar spiritual untuk mendoakan Indonesia agar senantiasa diberi kedamaian, keselamatan, dan kemajuan.
“Kemenag Indramayu selalu bekerja dan hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mencintai negeri. Karena itu, kami mendapatkan undangan untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan bagi negeri tercinta, dengan semangat hadir demi kemajuan dan kedamaian Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran ASN nonmuslim dalam rombongan mencerminkan kuatnya nilai toleransi yang terus dijaga di lingkungan Kementerian Agama.
“Termasuk ASN nonmuslim turut hadir. Semangat persaudaraan dan kebersamaan inilah yang mendasari kami hadir dalam kegiatan ini,” katanya.
Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas dihadiri oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, serta para tokoh agama dari berbagai agama di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, doa dipanjatkan bersama untuk keselamatan, kedamaian, persatuan, serta kesejahteraan bangsa Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Indonesia merupakan contoh nyata kehidupan masyarakat yang rukun dalam keberagaman.
“Malam ini adalah bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial yang hidup di masyarakat Indonesia yang majemuk. Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi, sehingga tidak boleh ada yang mengacaukan persatuan tersebut. Malam ini ribuan umat dan para tokoh lintas agama berkumpul dalam satu majelis memanjatkan doa terbaik bagi negeri. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, semangat persatuan dan kebersamaan kembali diteguhkan. Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi potret nyata wajah Indonesia yang damai dan harmonis, di mana seluruh elemen bangsa dari berbagai latar belakang agama bersatu memohon keberkahan bagi negeri sebagai modal penting menuju Indonesia yang semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan. (DRA)


