INDRAMAYU, indramayunews.id – Kesigapan jajaran TNI, Perum Perhutani, Pemerintah Desa Cikawung, serta Yonif TP 889/GW patut diapresiasi dalam menangani kebakaran lahan hutan di Blok Cipondoh, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jumat (4/9/2026).
Kebakaran yang mulai terlihat sekitar pukul 10.00 WIB tersebut membakar lahan hutan dengan luas kurang lebih 5 hektare. Berkat respons cepat dan koordinasi lintas unsur, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.15 WIB sehingga tidak meluas ke kawasan lainnya.
Begitu menerima laporan kebakaran, jajaran Koramil 1613/Terisi langsung melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Cikawung, Perum Perhutani wilayah Cikawung, dan Yonif TP 889/GW. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan memanfaatkan mobil tangki air dan sarana pemadam kebakaran yang tersedia di lokasi pembangunan Yon TP.
Kesigapan tersebut menjadi langkah penting mengingat kondisi lahan dan vegetasi hutan yang kering berpotensi membuat api dengan cepat menjalar dan meluas.
Danramil 1613/Terisi menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam proses pemadaman.
“Begitu menerima informasi adanya kebakaran, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, pihak Perhutani dan Yon TP untuk bersama-sama melakukan pemadaman. Alhamdulillah, berkat kerja sama dan respons cepat seluruh pihak, api dapat dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lainnya,” ujarnya.
Dalam proses penanganan, personel yang terlibat terdiri atas Danramil 1613/Terisi, Asper Cikawung bersama enam anggota, lima personel Babinsa Koramil Terisi, serta 20 anggota Yon TP yang dipimpin DPP Letda Inf Suparjo.
Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., turut memberikan apresiasi terhadap kesigapan personel di lapangan. Menurutnya, sinergi antara TNI, Perhutani, pemerintah desa, dan unsur terkait merupakan kunci dalam menghadapi kejadian kebakaran lahan.
“Kami mengapresiasi respons cepat seluruh personel dan unsur terkait dalam menangani kebakaran lahan di Blok Cipondoh. Sinergi dan kecepatan bertindak sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tegas Dandim.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kondisi cuaca dan lingkungan yang membuat vegetasi mudah terbakar.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan kering. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada aparat atau pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.
Respons cepat dan kolaborasi lintas sektor dalam kejadian tersebut menjadi contoh pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.
Hingga kebakaran berhasil dipadamkan, tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa. Sementara penyebab kebakaran masih belum diketahui. (TIM)


