35.6 C
Indramayu
Rabu, 23 September 2026

MTQ Ke-56 Indramayu Dorong Lahirnya Generasi dengan Tindakan Qurani

INDRAMAYU, Indramayunews.id – Musabaqah Tilawatil Alquran (MTQ) Ke-56 Tingkat Kabupaten Indramayu resmi digelar di Kecamatan Jatibarang, Selasa (22/9/2026). Sebanyak 451 peserta dari 31 kecamatan siap berkompetisi dalam tujuh cabang perlombaan selama tiga hari, 22–24 September 2026.

MTQ tahun ini tidak hanya diarahkan untuk melahirkan peserta berprestasi dalam bidang tilawah, hafalan maupun pemahaman Alquran, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong lahirnya generasi yang mampu menerapkan nilai-nilai Alquran melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema “Aktualisasi Alquran untuk Nilai-Nilai Luhur Membentuk Generasi Qurani yang Tangguh dan Berakhlak Mulia untuk Mewujudkan Visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong)”, pelaksanaan MTQ diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca dan memahami Alquran.

Nilai-nilai Qurani diharapkan diwujudkan melalui sikap jujur, disiplin, saling menghormati, menjaga persaudaraan, peduli terhadap sesama, serta membangun kehidupan masyarakat yang aman, nyaman dan penuh semangat gotong royong.

Pembukaan sekaligus pengukuhan dewan hakim tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Indramayu, Forkopimda, Forkopimcam, DPRD, Baznas, Bagian Kesra, jajaran Kemenag Indramayu, kepala perangkat daerah, LPTQ, camat, kepala KUA, penyuluh agama, pemimpin kafilah, peserta, kepala desa, panitia lokal serta masyarakat.

Dari 451 peserta yang mengikuti MTQ, tercatat 227 peserta putra dan 224 peserta putri. Mereka akan berkompetisi dalam tujuh cabang, yakni seni baca Alquran, qiraat Alquran, hafalan Alquran, tafsir Alquran bahasa Indonesia, fahmil Alquran, syarhil Alquran, dan seni kaligrafi Alquran.

Camat Jatibarang, H. Mardono, menyampaikan kebanggaan masyarakat Jatibarang karena dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat Kabupaten Indramayu.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam dan membumikan Alquran di tengah masyarakat.

“Ini adalah amanah yang akan kami jaga sebaik mungkin. Kepada seluruh kafilah dari 31 kecamatan, selamat datang dan selamat bermusabaqah. Jadikan ajang ini bukan hanya lomba mencari juara, tetapi sebagai syiar Islam untuk membumikan Alquran di Kabupaten Indramayu yang religius,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Indramayu, Asisten Daerah I Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum memperkuat persaudaraan sekaligus menunjukkan kemampuan secara sportif.

“Semangat berkompetisi itu penting, tetapi semangat persaudaraan dan kebersamaan jauh lebih penting. Kafilah dan seluruh peserta, tunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjaga sportivitas dan kejujuran. Menang atau kalah bukan tujuan akhir, esensi sejati dari kegiatan ini adalah syiar dan ibadah untuk mengagungkan Kalam Allah,” tuturnya.

Ia juga meminta dewan hakim menjalankan amanah dengan memberikan penilaian secara objektif dan jujur. Menurutnya, terselenggaranya MTQ merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aghuts Muhaimin, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar nilai-nilai Alquran dapat diwujudkan secara nyata.

“Kehadiran kita bersama di sini memiliki makna yang sangat penting bahwa ajaran Alquran tentang kebaikan akan lebih kuat ketika dikerjakan bersama-sama. Pemerintah memiliki kewenangan dan tanggung jawab, para ulama memiliki keteladanan dan kedalaman ilmunya, dunia pendidikan memiliki peran membangun generasi yang berkualitas, keluarga menjadi entitas penting untuk melahirkan generasi Qurani, dan masyarakat dengan kerukunan akan mewujudkan nilai-nilai yang ada dalam Alquran,” ungkapnya.

H. Aghuts berharap MTQ mampu memberikan dampak lebih luas daripada sekadar melahirkan peserta berprestasi.

“Semoga MTQ tidak hanya melahirkan suara-suara yang merdu, tetapi juga pikiran-pikiran yang bernurani, hati yang penuh kelembutan, kemudian tindakan-tindakan yang Qurani dan dapat membawa maslahat,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam pelaksanaan MTQ Ke-56, bahwa ukuran keberhasilan pembinaan Alquran tidak hanya terlihat dari prestasi di atas panggung perlombaan, tetapi juga dari bagaimana peserta dan masyarakat menerjemahkan ajaran Alquran dalam tindakan.

Sikap jujur saat berkompetisi, menghormati sesama peserta, menerima hasil perlombaan dengan lapang dada, menjaga persaudaraan, membantu masyarakat, serta menjauhi perilaku yang merugikan orang lain merupakan bagian dari tindakan yang mencerminkan nilai-nilai Qurani.

Salah satu peserta cabang Syarhil Alquran asal Kecamatan Lohbener, Lia, mengaku telah mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan.

“Saya sudah siap untuk melaksanakan lomba Syarhil Alquran. Terima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan kepada kami. Mari sukseskan MTQ Ke-56 Tingkat Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Pelaksanaan MTQ Ke-56 di Jatibarang pun diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mendekatkan masyarakat kepada Alquran. Lebih dari sekadar mencari juara, MTQ menjadi ruang pembinaan agar generasi muda tidak hanya pandai membaca Alquran, tetapi mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilainya melalui tindakan Qurani.

Dari Jatibarang, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi karakter masyarakat Indramayu yang religius, berakhlak mulia, saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta mampu mewujudkan semangat REANG: Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong. (DRA)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles