JAKARTA _Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah berhasil memberdayakan dan memberikan pendampingan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM )di Indonesia.
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT PNM, Dicky Fajrian menjelaskan, selama tahun 2022, PNM PKU telah mendampingi UMKM binaannya yang tersebar di seluruh Indonesia.
Melalui berbagai pelatihan salah satunya program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) dengan mengusung tema Literasi Keuangan, Pentingnya Memiliki Nomor Induk Bewusaha (NIB).
Pemasaran di media sosial, registrasi di e-commerce, pengembangan kemasan, dan aplikasi keuangan sederhana. Tidak terlepas dari komitmen pendampingan PNM dalam membangun.
Sebagai bentuk hubungan emosional, lanjut Dicky, ia terus memberikan pendampingan usaha kepada UMKM sebagai bekal untuk mendapatkan pengetahuan baru yang dapat berdampak kepada kemajuan usaha yang dijalankanc oleh nasabah PNM hingga naik kelas.
“Saat ini telah tercatat bahwa sebanyak 692.275 UMKM binaan PNM. Mereka sudah mengikuti 14.896 program pelatihan PKU selama tahun 2022,”jelasnya usai acara Senen (17/1/2023)
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan supaya bisa mendorong para nasabah PNM. Agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti pelatihan melalui program PKU. Adapun manfaatnya banyak terutama meliputi memiliki perijinan usaha (NIB).
Sehingga, kata dia, legalitas usahanya terjamin suaya dapat meningkatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan. Bahkan Bisa berkesempatan mengikuti pengadaan barang atau jasa pemerintah.
Kemudian nasabah juga didampingi untuk on boarding social media. Agar bisa memperluas pemasaran usahanya melalui pasar digital atau online dan nasional yang bisa menambah kesejahteraan keluarga bagi nasabah PNM naik kelas.
Selanjutnya, program ini merupakan salah satu bentuk dari tiga modal PNM. Dalam mendukung pertumbuhan ultra mikro dan UMKM. PNM memberikan tiga modal yaitu finansial, intelektual dan sosial.
Modal finansial diberikan melalui pembiayaan usaha produktif. Sedangkan modal intelektual melalui pendampingan antara lain pelatihan, berbagi info dan pengalaman. Sedangkan modal sosial, PNM membangun kepedulian nasabah melalui jejaring usaha dan sinergi bisnis yang mampu membantu percepatan usaha nasabah.
Ditambahkannya, pelatihan ini berjalan sesuai dengan protokol i kesehatan yang ketat.“PNM selalu berkomitmen untuk memberik pemberdayaan. Yakni melalui pelatihan dan pendampingan kepada para nasabahnya,”imbuhnya.
Melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Tema pemberdayaan kami di PKU adalah giving our customer a complete set of empowerment. Pihaknya berharap melalui program-program PKU dapat membantu seluruh nasabahm
Agar bisa tumbuh dan berkembang sehingga bisa naik kelas dan memiliki kesempatan untuk memiliki kesejahteraan hidup yang lebih. Terutama bagi keluarganya.
Sebagai informasi, hingga 31 Desember 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 202,4 T. Nasabah yang menerima adalan nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 13.921.722 juta hasabah.
Lebih lanjut menambahkan, saat ini PNM memiliki 3.510 kantor layanan PNM Mekaar dan 705 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia. Mereka melayani UMK di 34 Provinsi, 513 Kabupaten/Kota, dan 6.655 Kecamatan.”Semua kantor pelayanan berjalan sesuai dengan aturan yang ada,”pungkaskya. (rilis/adv)


